Di antaranya RSUD KH. Muhammad Thohir Krui di Lampung, RSUD Namlea di Maluku, RSUD Sungai Lemau dan RSUD Kabupaten Bengkulu Tengah di Bengkulu.
Ada pula RSUD Tarempa di Kepulauan Riau, RSUD Konawe Kepulauan dan RSUD Buton Utara di Sulawesi Tenggara.
Dante menyebut pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pelayanan kesehatan.
“Ini merupakan bagian dari akselerasi kita untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan di seluruh daerah,” tuturnya.
Dokter Bakal Ditempatkan
Persoalan rumah sakit bukan hanya soal bangunan dan peralatan. Setelah fasilitas selesai, ketersediaan tenaga kesehatan juga menjadi pekerjaan berikutnya.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyiapkan penempatan dokter sesuai kebutuhan masing-masing rumah sakit.
Dengan begitu, rumah sakit yang sudah dibangun tidak hanya berdiri dengan fasilitas baru, tetapi juga memiliki tenaga medis untuk menjalankan layanan.
“Nanti dokter-dokter akan di-deploy oleh Kementerian Kesehatan ke daerah-daerah tersebut,” pungkas Dante.
Selain dokter, pemerintah juga akan memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan lainnya. Penempatannya akan disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing rumah sakit.
Jika target berjalan sesuai rencana, 66 RSUD yang masuk tahap pertama program ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang lebih siap.



