Cek Kesehatan Gratis Punya Target Besar, 1 dari 4 Kasus Stroke Bisa Dicegah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pemerintah ditargetkan bukan sekadar menemukan penyakit lebih cepat. Pemerintah menyebut program ini berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035, jika deteksi dan pengendalian faktor risiko dilakukan sejak sekarang.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan dampak program tersebut memang tidak langsung terlihat dalam hitungan bulan. Menurut dia, manfaatnya baru akan terasa dalam jangka panjang, seiring masyarakat rutin memeriksa dan mengendalikan kondisi kesehatannya.

Dante menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

“Jadi, manfaatnya (CKG) baru terasa di tahun 2035, tapi sudah kita mulai kerjakan dari sekarang. Jadi sampai 10 tahun nanti kita benar-benar akan merasakan manfaatnya,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Menurut Dante, potensi tersebut berkaitan dengan temuan CKG, khususnya pada hipertensi dan gula darah, yang menjadi faktor risiko penting penyakit stroke dan kardiovaskular.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan dari peserta CKG tahun sebelumnya, jutaan orang ditemukan memiliki tekanan darah tinggi. Dari peserta yang kembali menjalani pemeriksaan, sebagian di antaranya menunjukkan tekanan darah yang sudah terkendali.

Hal serupa terlihat pada peserta dengan diabetes. Peserta yang kembali melakukan pemeriksaan menunjukkan adanya pengendalian kadar gula darah setelah sebelumnya terdiagnosis.

Kemenkes sebelumnya juga melaporkan bahwa CKG 2026 mulai masuk ke tahap tindak lanjut atau tata laksana bagi peserta yang telah terdiagnosis penyakit kronis, terutama hipertensi dan diabetes.

Hipertensi dan Diabetes Jadi Sorotan

Dante mengatakan pengendalian penyakit sejak awal menjadi kunci untuk menekan risiko komplikasi.

“Kalau kita bisa melakukan tata laksana lebih awal dari hipertensi, diabetes, dan kolesterol ini, maka kita bisa menjaga masyarakat masuk ke dalam sakit jantung dan pembuluh darah, seperti stroke dan sebagainya,” papar dia.

Kementerian Kesehatan saat ini memang memfokuskan tindak lanjut CKG pada tiga faktor risiko utama, yakni hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Ketiganya berkaitan dengan sejumlah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan stroke.

Pemerintah juga menekankan bahwa pemeriksaan saja tidak cukup. Temuan dari CKG perlu dilanjutkan dengan perubahan pola hidup, pengobatan, pemantauan maupun rujukan jika dibutuhkan.

Target Angka Harapan Hidup Naik

Dante mengatakan pengendalian faktor risiko sejak dini diharapkan ikut meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.

Targetnya, angka harapan hidup Indonesia dapat mencapai 76 hingga 78 tahun, dibandingkan rata-rata saat ini yang disebut berada di kisaran 71 hingga 72 tahun.

“Dan pada saat itu (2035) ada bonus demografi, di mana penduduk Indonesia akan mendapatkan kualitas kesehatan yang lebih terjamin,” tambahnya.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU