Kemenkes Catat 174.694 Kasus ISPA Imbas Karhutla

1 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA— Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus di antaranya dialami balita di 7 provinsi yang tersebar pada 63 kabupaten/kota.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan di Kementerian Kesehatan RI, dr. Then Suyanti, mengatakan bahwa peningkatan kasus tersebut berkaitan dengan paparan asap karhutla yang mengandung partikel halus PM 2.5 dan PM 10 yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

“Paparan asap Karhutla mengandung partikel halus PM 2.5 dan polutan lain yang meningkatkan risiko kesehatan saluran pernapasan,” kata Suyanti dalam konferensi pers Pemerintah dan BNPB, Selasa (22/9/2026).

Suyanti menjelaskan, untuk kelompok rentan yang perlu mendapat perlindungan lebih, kata Suyanti, terdiri atas anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, dan pekerja luar ruangan.

“Kelompok rentan yang harus dijaga: anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/PPOK, serta pekerja luar ruangan,” katanya.

Suyanti memaparkan, untuk meningkatkan kewaspadaan oleh Dinkes dan Faskes di wilayah terdampak dan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang berada di wilayah dengan paparan asap karhutla.

“Menerbitkan surat kewaspadaan untuk Dinkes dan Faskes serta menerbitkan rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah di wilayah terdampak,” ujar Suyanti.

Suyanti juga mengimbau masyarakat memantau kualitas udara melalui aplikasi SatuSehat yang telah terhubung dengan ISPU Net Kementerian Lingkungan Hidup. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker penyaring PM2.5 jika harus bepergian.

“Kami anjurkan tetap di rumah dan pantau kualitas udara melalui aplikasi SatuSehat (yang sudah terhubung dengan ISPU Net KLH). Jika harus keluar wajib memakai masker penyaring PM 2.5 dan menjaga hidrasi,” katanya.

1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Nur Aisah Zamil
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Nur Aisah Zamil, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU