HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kawah Gunung Anak Krakatau tampak membentuk pola menyerupai telur ceplok setelah aktivitas erupsi mereda. Fenomena ini dipicu proses geokimia alami.
Fenomena tak biasa terlihat di kawasan kawah Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan.
Setelah aktivitas erupsi mereda, permukaan kawah tampak memiliki pola warna kuning dan putih yang dari udara sekilas menyerupai telur ceplok.
Penampakan tersebut ramai dibicarakan di media sosial setelah video yang memperlihatkan kondisi kawah Gunung Anak Krakatau beredar.
Salah satunya diunggah akun Instagram @wxchasing.
Dalam video itu, terlihat sebuah genangan air di area kawah dengan bagian tengah berwarna kuning, sementara area di sekelilingnya tampak putih.
Kalau dilihat dari atas, bentuknya memang sekilas bikin salah fokus.
Bagian kuning tampak seperti kuning telur, sedangkan warna putih di sekitarnya menyerupai putih telur.
Fenomena tersebut terlihat setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 3 September 2026 mereda.
Lantas, apakah benar ada material baru yang muncul akibat letusan?
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan, penampakan seperti telur ceplok tersebut merupakan fenomena geokimia alami yang terjadi di lingkungan kawah gunung api aktif.
Menurut dia, fenomena itu terbentuk akibat interaksi antara air yang menggenang di dasar kawah, gas vulkanik, serta batuan dan mineral hasil alterasi hidrotermal.
Warna kuning yang berada di bagian tengah berkaitan dengan sulfur atau belerang serta material mineral yang terbentuk atau terlarut akibat aktivitas vulkanik.



