Dari kejauhan dan terutama ketika dilihat dari udara, perpaduan warna kuning dan putih itu akhirnya menghasilkan bentuk yang sekilas bikin orang teringat pada telur ceplok.
Fenomena tersebut berkaitan erat dengan kondisi sistem hidrotermal dan aktivitas gas di dalam kawah.
Setelah aktivitas erupsi, kondisi di dalam kawah dapat mengalami perubahan. Interaksi antara air, gas vulkanik, batuan, dan mineral kemudian memengaruhi warna serta tampilan permukaan genangan.
Karena itulah, bentuk atau warna yang terlihat dari udara tidak selalu sama dan dapat mengalami perubahan mengikuti kondisi geokimia di dalam kawah.
Fenomena “telur ceplok” ini pun bukan sesuatu yang misterius.
Daryono menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif.
Jadi, meski penampakannya sukses bikin warganet salfok, bentuk unik itu memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Yang terlihat seperti makanan dari udara ternyata merupakan hasil interaksi air, gas belerang, batuan, dan mineral di dalam kawah.



