HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pelayanan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia kembali mendapat penilaian positif. Indeks kepuasan jemaah haji pada 2026 tercatat 82,71, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) per 6 Agustus 2026 menunjukkan indeks kepuasan jemaah haji terus mengalami kenaikan dalam empat tahun terakhir.
Pada 2023, indeks kepuasan berada di angka 76,09. Angka tersebut kemudian naik menjadi 79,62 pada 2024, lalu kembali meningkat menjadi 81,46 pada 2025.
Tahun ini, indeks tersebut kembali naik hingga mencapai 82,71.
Kenaikan itu menjadi gambaran bahwa kualitas pelayanan haji yang diterima jemaah semakin baik.
Layanan Transportasi Mendapat Nilai Tertinggi
Dari sejumlah aspek yang dinilai, layanan transportasi mencatat skor paling tinggi pada 2026.
Nilainya mencapai 83,13, disusul layanan ibadah dengan skor 82,65.
Berikutnya ada layanan konsumsi dengan nilai 82,60, layanan petugas 82,52, serta layanan akomodasi 82,12.
Sementara itu, layanan kesehatan memperoleh nilai 81,93.
Berdasarkan data tersebut, seluruh komponen layanan yang dinilai mengalami peningkatan dibandingkan 2025.
Pembimbing hingga Menu Makanan Jadi Faktor Penilaian
Peningkatan kepuasan jemaah juga dipengaruhi sejumlah aspek pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji.
Di antaranya, pembimbing dinilai mampu memberikan arahan dengan jelas dan mudah dipahami. Menu makanan yang diberikan juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan, dengan pilihan yang dinilai lengkap, bergizi, dan bervariasi.
Selain itu, fasilitas bus yang dilengkapi peralatan memadai turut menjadi bagian dari pelayanan yang mendapat perhatian.
Pemerintah Siapkan Sejumlah Perbaikan
Meski indeks kepuasan meningkat, pemerintah masih menyiapkan sejumlah langkah untuk memperbaiki pelayanan haji pada masa mendatang.
Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi petugas haji melalui proses seleksi dan pelatihan yang lebih ketat.
Pemerintah juga berupaya memperbaiki tata kelola logistik agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih lancar.


