Update Karhutla di Indonesia, Sejumlah Lahan Masih Terbakar

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) hingga saat ini masih terus melanda sejumlah wilayah di Tanah Air.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa pertama dilaporkan adalah karhutla di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

*Berdasarkan informasi yang diterima titik api terlihat di lahan pertanian masyarakat di hutan baru marandor Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (9/8).
“Luas lahan terbakar mencapai satu hekatare,” imbuhnya.

Abdul kemudian memastikan kondisi terkini api di lokasi yang terbakar sudah berhasil dipadamkan.

Berikutnya di Provinsi Jawa Tengah, karhutla terjadi di Kabupaten Klaten, tepatnya di Desa Krakitan Kecamatan Bayat. Dilaporkan lahan seluas satu hektare habis terbakar.

Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada hari yang sama. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.

Karhutla kemudian juga melanda wilayah Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan. Kejadian karhutla berada di Desa Sakti Kecamatan Bua dan Desa Padang Kalua Kecamatan Lamasi.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Luwu, Damkarmat Sektor Walerang dan Damkarmat Sektor Ponrang berhasil memadamkan api meski lahan seluas 1,5 hektare sudah terbakar.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Taman Nasional Gunung Gede Pangorango (TNGGP) di wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat.

Luas lahan terbakar mencapai satu hektare. Tim pemadam yang terdiri dari Resort PTN Gunung Putri, Masyarakat Mitra Polhut dan para relawan berhasil memadamkan api.

Sebagai langkah antisipasi dan keselamatan pengunjung, Balai Besar TNGGP mengeluarkan surat edaran no. SE.18 Tahun 2026 tentang penutupan kegiatan pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di Alun-Alun Suryakencana TNGGP.

Menyikapi bahaya hidrometeorologi kering, khususnya karhutla, Abdul mengimbau untuk wilayah rawan karhutla, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

“Lebih lanjut untuk potensi risiko kekeringan, warga untuk tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan, masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Ronald Steven
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU