JAKARTA, HOLOPIS.COM – Seorang pilot asal Malaysia diduga menyiapkan botol urine bersih untuk mengelabui tes narkoba. Namun, aksinya gagal setelah 25 kg ekstasi ditemukan di kopernya.
Seorang pilot warga negara Malaysia berinisial MSO (39) diduga menyiapkan berbagai cara agar aksinya tidak terbongkar.
Selain diduga menyelundupkan lebih dari 25 kilogram narkoba ke Indonesia, ia juga membawa sebotol urine bersih yang diduga akan dipakai untuk mengelabui tes narkoba mendadak.
Kasus ini terungkap setelah petugas Bea Cukai bersama Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap MSO di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Penangkapan bermula ketika petugas menemukan koper mencurigakan saat pemeriksaan keamanan.
Setelah koper dibuka, petugas menemukan 14 paket besar berisi ekstasi dengan total sekitar 70.114 butir atau seberat 25.194,83 gram.
Tak hanya itu, satu paket sabu juga ditemukan di dalam barang bawaan pelaku.
Namun, temuan yang tak kalah mengejutkan justru berasal dari tas pribadi MSO.
Saat penggeledahan, petugas menemukan sebuah botol berisi urine yang kemudian memunculkan dugaan adanya upaya untuk mengakali pemeriksaan narkoba.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Satria Yudhatama, mengatakan botol tersebut memang sengaja dipersiapkan oleh MSO sebelum mengonsumsi narkoba.
“Unit pengawasan menemukan satu botol berisi urine. Botol itu belum sempat digunakan saat yang bersangkutan dihentikan petugas. Urine ini disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya tes,” ujar Satria.
Dari hasil pemeriksaan, MSO mengakui urine tersebut ditampung saat dirinya masih dalam kondisi bersih dari narkoba.
Tujuannya sederhana, yakni agar bisa digunakan jika sewaktu-waktu maskapai atau otoritas penerbangan menggelar tes urine secara mendadak.


