“Memang sudah disiapkan. Jika ada tes urine mendadak dari maskapai atau otoritas penerbangan, urine akan diambil dari botol tersebut,” kata Satria.
Sayangnya bagi MSO, rencana itu tidak pernah terlaksana.
Petugas lebih dulu menemukan botol tersebut sebelum sempat digunakan, sehingga dugaan upaya mengelabui tes narkoba pun gagal.
Setelah ditangkap, aparat langsung melakukan tes urine terhadap MSO.
Hasilnya menunjukkan ia positif mengonsumsi tiga jenis narkotika sekaligus, yakni sabu-sabu, ekstasi, dan kokain.
Sementara itu, botol urine yang ditemukan di dalam tas pelaku kini telah diamankan sebagai barang bukti.
Barang tersebut diserahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk asal-usul narkoba dan kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang pilot yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan penerbangan, tetapi justru diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba sekaligus berusaha menyiapkan cara untuk menghindari pemeriksaan.


