Prof Romli Ingatkan Kasus Febrie Adriansyah Bisa Terjadi di Polri dan Lembaga Lainnya

4 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Pakar hukum pidana Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Romli Atmasasmita, menilai lemahnya sistem pengawasan menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai persoalan dalam penegakan hukum, termasuk dalam perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Menurut Romli, praktik penegakan hukum akan kehilangan esensinya apabila kewenangan dijalankan tanpa mekanisme pengawasan yang efektif, baik dari internal maupun eksternal.

“Bahwa hukum tanpa kekuasaan itu angan-angan, akan tetapi kekuasaan tanpa hukum anarki. Yang kita hadapi hari ini adalah anarki tapi yang dibungkus oleh hukum,” kata Prof. Romli Atmasasmita dalam sebuah video yang dikutip Holopis.com, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai persoalan yang muncul dalam perkara Febrie Adriansyah tidak bisa dilepaskan dari penggunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum.

“Seperti kasus FA ini, ini kekuasaan, kewenangan. Karena kekuasaan kewenangan yang dijalankan tanpa ada pengawasan baik internal eksternal itulah yang akan terjadi,” ujarnya.

Romli menegaskan kasus serupa tidak hanya berpotensi terjadi di Kepolisian, tetapi juga dapat muncul di lembaga penegak hukum lainnya apabila sistem pengawasan tidak diperkuat.

- Advertisement -

“Kasus FA ini bisa terjadi di Polri, bisa terjadi di lembaga hukum mana pun juga. Kalau ada satu program pemberantasan atau pencegahan korupsi atau apapun namanya harus ada pengawasan,” tuturnya.

Menurut Romli, pengawasan merupakan elemen penting untuk memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan sesuai koridor hukum dan tidak disalahgunakan.

Ia menilai hingga kini fungsi pengawasan dalam pemberantasan korupsi masih belum berjalan secara optimal. Baik dari internal Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), maupun dari lembaga pemeriksa keuangan baik BPK maupun BPKP.

“Jadi pengawasan ini kita sangat lemah, dalam pemberantasan korupsi saya perhatikan dalam beberapa kasus memang pengawasan tidak berjalan. Pengawasan internal dari APIP atau dari eksternal BPK / BPKP lemah,” pungkas Prof. Romli Atmasasmita.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU