Karhutla Hingga Kekeringan Air Masih Landa Sejumlah Wilayah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana alam mulai dari karhutla (kebakaran hutan dan lahan) hingga kekeringan air masih melanda sejumlah wilayah di musim kemarau.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, kekeringan yang dipicu oleh fenomena hari tanpa hujan (HTH) pada musim kemarau melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Dampaknya sekitar 350 kepala keluarga (KK) di Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, kekurangan air bersih,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (23/6).

Sebagai upaya penanganan, pemerintah daerah telah mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Pada sektor kekeringan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, masih menjadi wilayah yang memerlukan perhatian selama bulan Juni.

“Sebanyak 1.986 KK atau 6.146 jiwa terdampak kekurangan air bersih,” imbuhnya.

- Advertisement -

Abdul menjelaskan bahwa pemerintah daerah menyalurkan sembilan tangki air bersih dengan total volume 45.000 liter kepada 207 KK atau 716 jiwa di Kecamatan Kemalang.

“Secara kumulatif, selama periode 15 – 22 Juni 2026 telah didistribusikan 97 tangki air bersih atau setara 485.000 liter kepada 2.175 KK atau 6.862 jiwa penerima manfaat,” jelasnya.

Abdul juga menyebut bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi. Di Provinsi Riau, total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 22 Juni 2026 tercatat sekitar 15.220,34 hektare.

Kondisi mutakhir menunjukkan tidak ada penambahan luas area terbakar. Di Provinsi Sumatera Selatan, total luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 20 Juni 2026 mencapai sekitar 305,39 hektare dan tidak mengalami penambahan.

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 22 Juni 2026 mencapai sekitar 456,78 hektare, dengan tambahan luasan terbakar sebesar 0,05 hektare di Kabupaten Kotawaringin Timur dan 1,5 hektare di Kabupaten Sukamara.

Memasuki musim kemarau di sebagian wilayah Indonesia, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

“Pemerintah daerah di wilayah rawan kekeringan diharapkan melakukan pemetaan sumber air alternatif, menyiapkan distribusi air bersih, serta mengoptimalkan upaya konservasi air. Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak dan melaporkan segera apabila terjadi gangguan pasokan air bersih,” imbaunya.

“Terkait potensi karhutla, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan pengawasan pada wilayah-wilayah rawan kebakaran. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan memperkuat patroli darat, deteksi dini titik panas, dan kesiapan sarana pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran,” sambungnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU