HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan hingga saat ini masih terus melanda sejumlah warga yang ada di Pulau Jawa selama beberapa bulan terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, di Provinsi Jawa Barat, kekeringan di Kabupaten Bogor masih berdampak pada 16.291 kepala keluarga atau 52.602 jiwa.
“Petugas terus mendistribusikan air bersih sebanyak 4.000 liter untuk Desa Hambalang di Kecamatan Citeureup, 2.500 liter untuk Desa Gadog di Kecamatan Megamendung, serta 5.000 liter untuk Desa Sukajaya di Kecamatan Sukajaya guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (22/7).
Di Provinsi Jawa Tengah, kekeringan di Kabupaten Banyumas yang terjadi sejak awal Juli 2026 telah berdampak pada 2.867 kepala keluarga atau 9.002 jiwa. BPBD setempat menyalurkan 15.000 liter air bersih atau tiga tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Kekeringan di Kabupaten Cilacap yang terjadi sejak Juni 2026 juga masih berlangsung dan berdampak pada 8.154 kepala keluarga atau 27.605 jiwa.
“Hingga saat ini total distribusi air bersih mencapai 60 tangki atau setara 315.000 liter,” ujarnya.
Sementara itu, kekeringan di Kabupaten Klaten yang terjadi sejak pertengahan Juni 2026 telah berdampak pada 3.330 kepala keluarga atau 10.908 jiwa. Selama periode 15 Juni hingga 21 Juli 2026, bantuan air bersih yang disalurkan di Kecamatan Kemalang telah mencapai 321 tangki atau setara 1.605.000 liter.
Di Kabupaten Sragen, kekeringan yang terjadi sejak awal Juli 2026 berdampak pada 294 kepala keluarga atau 736 jiwa. BPBD Kabupaten Sragen mendistribusikan 10.000 liter air bersih ke Desa Galeh, Kecamatan Tangen, serta Desa Poleng, Kecamatan Gesi.
Selanjutnya, kekeringan di Kabupaten Grobogan yang terjadi sejak Mei 2026 masih berdampak pada 1.128 kepala keluarga. BPBD Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter ke Desa Selo dan Desa Monggot.
Di Kabupaten Pemalang, kekeringan yang terjadi sejak Juni 2026 berdampak pada 5.346 kepala keluarga. Tim gabungan BPBD dan PMI telah mendistribusikan 81.000 liter air bersih, terdiri atas 56.000 liter dari BPBD dan 25.000 liter dari PMI.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kekeringan di Kabupaten Kulon Progo yang terjadi sejak Juli 2026 berdampak pada 63 kepala keluarga atau 176 jiwa. BPBD Kabupaten Kulon Progo mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada 22 kepala keluarga atau 50 jiwa di Pedukuhan Clapar I, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap.
Selain penyaluran air bersih oleh pemerintah daerah, BNPB juga terus memperkuat upaya mitigasi menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, serta pipanisasi untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan mendukung kebutuhan pertanian di daerah rawan kekeringan.
Abdul kemudian mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.


