HOLOPIS.COM, KULON PROGO — Kementerian Pariwisata bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi memperkuat ekosistem pariwisata nasional dengan menyerahkan sertifikat halal kepada para pelaku UMKM di Desa Wisata Jatimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (31/5/2026).
Langkah strategis ini menandai babak baru pariwisata Indonesia yang tidak lagi hanya mengejar kuantitas kunjungan, melainkan kualitas global yang inklusif serta berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa penyerahan sertifikasi ini bukan sekadar urusan formalitas administratif belaka.
Kehadiran pemerintah di lapangan adalah wujud komitmen nyata untuk membangun ekosistem pariwisata yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Program percepatan ini sejatinya telah dirintis sejak Juli 2025 melalui sebuah proyek percontohan yang awalnya menyasar 20 desa wisata terpilih.
Kini, program kolaboratif tersebut telah berekspansi secara masif hingga menjangkau 1.500 desa wisata di seluruh penjuru Indonesia.
Kepala BPJPH, Haikal Hasan, mengulas keunikan sertifikasi halal masa kini yang telah mengalami pergeseran paradigma sangat dinamis di kancah internasional.
Saat ini, konsep halal tidak lagi dipandang secara eksklusif untuk wisatawan Muslim saja, melainkan telah diakui secara global sebagai standar universal untuk jaminan kesehatan, kebersihan, kepercayaan, serta transparansi produk.
Bahkan, negara-negara non-mayoritas Muslim seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Korea Selatan kini sangat getol mengembangkan sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru mereka.
Pernyataan tersebut selaras dengan pandangan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, yang hadir mewakili Gubernur DIY.
Imam menyebut bahwa masuknya sertifikasi halal ke tingkat desa wisata merupakan langkah konkret dalam membangun peradaban usaha yang bermartabat.
Melalui langkah ini, komunitas lokal membuktikan bahwa desa mampu bertransformasi menjadi pusat ekonomi modern yang kompetitif tanpa harus menanggalkan nilai-nilai luhur dan kearifan lokalnya.
Desa Wisata Jatimulyo sendiri dipilih sebagai lokasi penyerahan karena prestasinya yang gemilang, termasuk predikat Juara I Kategori Desa Wisata Maju pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 serta sertifikasi desa wisata berkelanjutan yang telah dikantongi sejak 2020.
Hingga akhir Mei 2026, desa ini sukses mencatatkan 123 pengusaha UMKM dengan 139 produk tersertifikasi halal, yang turut mendongkrak posisi DIY ke peringkat kelima nasional di bawah Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Riau.
Secara nasional, sinergi erat antara Kemenpar dan BPJPH telah berhasil menerbitkan 31.548 sertifikat halal yang tersebar di 1.116 desa wisata pada 34 provinsi, sekaligus memperkuat daya saing 15 provinsi dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyambut hangat pencapaian ini dan optimistis bahwa jaminan kehalalan produk lokal akan meningkatkan rasa aman serta daya tarik kunjungan wisatawan ke wilayahnya guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional periode 2028–2029.

