Belum Pulih dari Krisis, KTM Kini Dihantam Isu Motor Ilegal

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Produsen sepeda motor asal Austria, KTM, kembali menjadi perhatian publik internasional. Setelah sempat berjuang menghadapi ancaman kebangkrutan pada akhir 2024, kini perusahaan tersebut diterpa dugaan praktik kontroversial terkait penjualan motor off-road yang didaftarkan sebagai kendaraan legal untuk jalan raya.

Laporan yang pertama kali diungkap oleh sejumlah media besar Eropa, termasuk Spiegel dan Manager Magazin, menyebutkan bahwa investigasi dilakukan selama beberapa bulan oleh tim jurnalis yang menyamar sebagai calon pembeli.

Dari hasil penyelidikan tersebut, muncul dugaan bahwa beberapa model KTM, terutama KTM 350 EXC-F, didaftarkan sebagai kendaraan jalan raya melalui prosedur yang dianggap kontroversial.

Menurut laporan tersebut yang dilansir Holopis.com dari CarsCoops pada Senin (1/6/2026), motor yang sebenarnya dirancang untuk kebutuhan kompetisi off-road terlebih dahulu dibatasi performanya hingga sekitar 15 tenaga kuda (hp). Langkah itu disebut dilakukan agar kendaraan dapat memenuhi persyaratan emisi dan regulasi registrasi untuk penggunaan di jalan raya.

Namun setelah proses administrasi selesai, motor disebut dikembalikan ke spesifikasi aslinya yang mampu menghasilkan sekitar 51 hp melalui perubahan perangkat lunak dan pemasangan komponen tertentu.

Kasus ini tidak hanya menyoroti aspek legalitas kendaraan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan. Data dari International Council on Clean Transportation (ICCT) menunjukkan bahwa motor dalam konfigurasi tenaga penuh menghasilkan tingkat kebisingan dan emisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat masih berada dalam konfigurasi yang sesuai regulasi.

- Advertisement -

Meski demikian, KTM membantah tudingan yang beredar.

Pabrikan tersebut menegaskan bahwa seluruh sepeda motor off-road yang dikirim ke jaringan dealer telah memenuhi ketentuan hukum dan legal digunakan di jalan raya sesuai regulasi yang berlaku.

KTM juga menjelaskan bahwa perubahan atau pelepasan pembatas performa dilakukan atas permintaan pelanggan. Perusahaan mengklaim bahwa setiap pembeli telah mendapatkan informasi bahwa kendaraan yang telah dimodifikasi tersebut tidak lagi memenuhi syarat untuk digunakan di jalan umum.

Munculnya isu ini menjadi tantangan baru bagi KTM yang tengah berupaya memulihkan kondisi bisnis dan kepercayaan pasar. Jika investigasi berlanjut dan menghasilkan temuan baru, kasus ini berpotensi menjadi salah satu kontroversi terbesar yang pernah dihadapi pabrikan asal Austria tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU