Piala Dunia 2026 Dibayangi Virus Ebola, AS Berlakukan Jalur Khusus dari Afrika

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAAmerika Serikat (AS) mulai memperketat pengawasan terhadap penyebaran wabah Ebola yang kini merebak di kawasan Afrika Tengah dan Timur. Salah satu langkah terbaru adalah penunjukan Bandara George Bush Intercontinental di Houston sebagai pintu masuk khusus bagi penumpang dari sejumlah negara terdampak.

Kebijakan itu menjadikan Bandara Bush di Houston bergabung dengan Bandara Internasional Dulles di Virginia serta Bandara Hartsfield-Jackson di Atlanta sebagai tiga bandara resmi yang diperbolehkan menerima penumpang dengan riwayat perjalanan dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir.

Langkah ini diambil setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola terbaru sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

“Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) akan menerapkan pemeriksaan kesehatan masyarakat yang lebih ketat di IAD sebagai respons terhadap wabah Ebola,” demikian bunyi pemberitahuan yang dikeluarkan dari Departemen Luar Negeri AS dikutip dari New York Post, Minggu, (24/5/2026).

Departemen Luar Negeri AS menyampaikan persyaratan itu berlaku untuk semua orang tanpa kecuali termasuk warga AS.

“Persyaratan ini berlaku untuk semua penumpang, termasuk warga negara AS, yang berada di negara-negara tersebut,” jelas Departemen Luar Negeri AS.

- Advertisement -

Bandara Bush di Houston mulai diizinkan menerima kedatangan penumpang dari kawasan terdampak setelah pukul 22.59 waktu setempat pada Selasa.

Pemerintah AS kini mewajibkan pemeriksaan kesehatan tambahan bagi seluruh pelaku perjalanan dari negara-negara berisiko tinggi tersebut. Kebijakan ini mencakup pengecekan suhu tubuh, riwayat perjalanan, hingga pemantauan gejala Ebola.

Kekhawatiran meningkat karena Houston dan Atlanta merupakan dua kota tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026. Republik Demokratik Kongo juga diperkirakan akan menempatkan markas tim nasional mereka di kedua kota tersebut selama turnamen berlangsung.

Laporan KHOU 11 menyebut pertandingan pertama Republik Demokratik Kongo di Houston dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni mendatang.

Virus Ebola dikenal sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, muntahan, feses, maupun air mani.

Penyakit Ebola umumnya ditandai dengan gejala demam tinggi, muntah, diare, nyeri otot, hingga pendarahan internal maupun eksternal pada kondisi berat.

Otoritas kesehatan AS menegaskan pengawasan diperketat untuk mencegah potensi penyebaran lintas negara. Hal itu terutama di tengah meningkatnya mobilitas internasional menjelang berbagai agenda global besar sepanjang tahun 2026.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU