TNI Turun ke Sawah! Menhan Tugaskan AD Tanam Padi-Jagung, AL Genjot Produksi Kedelai

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menhan Sjafrie tugaskan TNI AD tanam padi-jagung dan TNI AL produksi kedelai demi percepat swasembada pangan nasional.

Pemerintah mulai memperkuat peran TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa prajurit TNI kini tidak hanya bertugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga dilibatkan langsung dalam pengembangan sektor pertanian dan produksi pangan strategis.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sjafrie menjelaskan bahwa pembagian tugas sudah dilakukan di internal TNI.

TNI Angkatan Darat (AD) akan fokus menggarap sektor pertanian seperti padi dan jagung, sedangkan TNI Angkatan Laut (AL) diarahkan untuk memperkuat produksi kedelai nasional.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari program Batalyon Teritorial Pembangunan yang disiapkan pemerintah hingga tahun 2029.

- Advertisement -

Program itu dirancang untuk memperkuat pembangunan wilayah sekaligus mendukung target swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.

“Kami sudah melakukan pembagian tugas. Angkatan Darat fokus pada pertanian, terutama jagung dan padi, termasuk tanaman palawija. Sementara Angkatan Laut diarahkan pada pengembangan kedelai,” ujar Sjafrie.

Menurut dia, langkah tersebut diambil karena Indonesia masih menghadapi ketergantungan impor terhadap sejumlah komoditas pangan penting, terutama kedelai.

Pemerintah menilai produksi dalam negeri harus segera ditingkatkan agar kebutuhan nasional tidak terus bergantung pada pasokan luar negeri.

Sjafrie mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor jutaan ton kedelai setiap tahun.

Kondisi itu dinilai memprihatinkan karena sebagian kedelai impor disebut memiliki kualitas rendah dan di negara asalnya digunakan sebagai pakan ternak.

Karena itu, pemerintah ingin mempercepat pengembangan benih unggul dan memperluas lahan produksi kedelai di dalam negeri.

Dalam skema tersebut, TNI AL disebut sudah mulai menunjukkan hasil melalui panen kedelai yang dinilai memiliki kualitas lebih baik.

“Dengan dua kali panen saja, mereka sudah mulai menghasilkan bibit kedelai yang kualitasnya jauh lebih baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pangan bukan berarti mengambil alih tugas kementerian teknis.

Program tersebut justru dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah.

Pemerintah berharap sinergi tersebut dapat mempercepat peningkatan produksi pangan nasional, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi lahan luas namun belum tergarap maksimal.

Selain sektor pertanian, Batalyon Teritorial Pembangunan nantinya juga akan memiliki berbagai unit pendukung lain.

Sjafrie menyebut akan ada kompi peternakan, kompi medis, hingga kompi konstruksi yang bertugas membantu pembangunan di daerah.

Menurutnya, konsep tersebut dibuat agar keberadaan batalyon tidak hanya berfungsi dalam aspek keamanan, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Semua unsur akan digabungkan untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari pertanian sampai konstruksi,” ujarnya.

Keterlibatan TNI dalam program pangan nasional langsung menjadi perhatian publik.

Banyak pihak menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah menghadapi ancaman krisis pangan global yang belakangan semakin mengkhawatirkan.

Naiknya harga pangan dunia, gangguan rantai pasok internasional, serta ketergantungan impor dinilai menjadi tantangan besar yang harus segera diantisipasi.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong berbagai strategi untuk memperkuat produksi domestik.

Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan Indonesia mampu mengurangi impor komoditas strategis secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Jagung, padi, dan kedelai menjadi fokus utama karena merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat dan industri pangan nasional.

Dengan dukungan personel, lahan, serta infrastruktur yang dimiliki TNI, pemerintah optimistis program tersebut bisa mempercepat peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa ketahanan pangan kini dipandang sebagai bagian penting dari pertahanan negara.

Pemerintah menilai kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi faktor strategis untuk menjaga stabilitas nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronald Steven
Gesha Yuliani Nattasya, Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU