Detik-Detik AHY Tak Terima Pejabat PU Kedapatan Ngeloyor Saat Bicara Soal Penanganan Banjir

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Suasana mendadak tegang saat AHY menegur pejabat PU yang pergi saat arahan penanganan banjir Ciliwung tengah disampaikan.

Suasana rapat koordinasi yang awalnya berlangsung tertib mendadak berubah tegang saat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegur keras seorang pejabat Kementerian Pekerjaan Umum yang kedapatan meninggalkan ruangan ketika dirinya masih memberikan arahan soal penanganan banjir di Jakarta.

Momen itu terjadi dalam agenda resmi terkait normalisasi Sungai Ciliwung yang digelar di Jakarta Timur dan disiarkan melalui kanal resmi pemerintah.

Saat AHY tengah memaparkan data teknis dan arah kebijakan pengendalian banjir, ia mendadak menghentikan penjelasan setelah melihat salah satu pejabat yang diketahui merupakan pimpinan teknis di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane atau BBWS Ciliwung Cisadane tidak berada di tempat duduknya.

“Eh pak kepala balai di sini dulu. Saya bicara untuk Bapak loh, mau ke mana tadi? Anda dengarkan saya dulu di sini,” kata AHY dengan nada tegas di hadapan peserta rapat.

Suasana langsung berubah hening. Beberapa peserta terlihat saling menoleh, sementara pejabat yang dimaksud sempat tidak merespons panggilan pertama dari AHY.

- Advertisement -

Kondisi ini membuat AHY kembali menegaskan bahwa dirinya sudah dua kali memanggil namun tidak diindahkan.

“Gimana mau mendengarkan arahan kalau Bapak tidak ada? Saya sudah dua kali manggil,” lanjutnya.

AHY kemudian meminta pejabat tersebut kembali duduk dan mengikuti jalannya pemaparan hingga selesai.

Ia menegaskan, forum tersebut merupakan agenda penting yang membahas penanganan banjir Jakarta, sehingga setiap pejabat teknis wajib mengikuti secara utuh.

“Tidak bisa begitu, duduk dulu. Duduk yang baik dulu. Saya ingin kita fokus pada substansi,” ujarnya.

Meski sempat terjadi ketegangan singkat, AHY tetap melanjutkan pemaparan mengenai strategi besar penanganan banjir, termasuk percepatan normalisasi Sungai Ciliwung yang menjadi salah satu proyek prioritas nasional.

Ia menjelaskan bahwa panjang sungai yang harus ditangani masih tersisa belasan kilometer, sementara sebagian lain sudah dalam tahap pengerjaan.

Menurut AHY, normalisasi tidak hanya soal pembangunan fisik seperti tanggul dan pengerukan, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas sektor serta kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Kalau kita tidak disiplin, tidak mungkin ini bisa selesai. Sampah dan bangunan liar di bantaran sungai jadi tantangan besar,” kata AHY.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembebasan lahan yang selama ini menjadi hambatan utama dalam proyek normalisasi.

Pemerintah, kata dia, menargetkan penyelesaian bertahap hingga beberapa tahun ke depan agar risiko banjir di Jakarta dapat ditekan secara signifikan.

Peristiwa teguran tersebut kemudian menyebar luas di media sosial setelah videonya diunggah oleh kanal resmi pemerintah.

Warganet pun memberikan beragam respons.

Sebagian menilai sikap AHY mencerminkan ketegasan seorang pemimpin yang ingin memastikan kebijakan dijalankan dengan serius, sementara lainnya menyoroti pentingnya etika komunikasi di ruang publik.

Meski menuai sorotan, AHY tetap melanjutkan agenda kerjanya tanpa mengubah fokus pembahasan.

Ia kembali menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan disiplin, koordinasi, dan komitmen semua pihak, bukan hanya di level pusat tetapi juga daerah.

“Ini bukan sekadar rapat, ini soal keselamatan warga. Jadi harus serius,” tutup AHY dalam arahannya.

Insiden kecil tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama karena memperlihatkan dinamika komunikasi antara pejabat tinggi negara dan jajaran teknis di lapangan dalam isu strategis penanganan banjir Jakarta yang terus menjadi sorotan nasional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU