HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A terus dikebut pemerintah. Langkah itu sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi publik modern di ibu kota.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan kualitas konstruksi proyek harus tetap menjadi prioritas utama agar keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu penyelesaian tetap terjaga.
“Penting menjaga kualitas pekerjaan konstruksi dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A,” kata Menhub Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, (13/5/2026).
Menurut Dudy, pembangunan infrastruktur transportasi besar seperti MRT membutuhkan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, proses pengerjaan berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas di sekitar proyek.
Ia menyebut progres pembangunan MRT Fase 2A menunjukkan perkembangan yang positif.
Untuk segmen 1 rute Bundaran HI–Monas, progres konstruksi telah mencapai 80,47 persen. Sementara segmen 2 rute Harmoni–Kota kini berada di angka 51,04 persen.
Menhub Dudy berharap seluruh proses pembangunan dapat terus berjalan aman, lancar, dan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut dia, kehadiran MRT tak hanya meningkatkan konektivitas transportasi publik di wilayah Jakarta.
“Namun juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” kata Menhub Dudy.
Sejak mulai beroperasi, MRT Jakarta disebut terus menunjukkan tren positif dalam pelayanan transportasi publik.
MRT Fase 1 rute Lebak Bulus–Bundaran HI kini melayani sekitar 47 juta penumpang per tahun.
Bahkan, pada periode Januari hingga Maret 2026, jumlah pelanggan MRT Jakarta sudah menembus lebih dari 11,5 juta orang dengan tingkat ketepatan waktu operasional yang sangat tinggi.
Menhub Dudy menaruh harapan agar pembangunan MRT Jakarta bisa jadi tonggak penguatan sistem transportasi massal perkotaan yang terintegrasi. “Serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” tutur Menhub Dudy.
Dalam peninjauan proyek MRT Fase 2A Bundaran HI–Kota, Menhub Dudy mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyusuri area konstruksi mulai dari Stasiun Sawah Besar hingga Stasiun Harmoni.
Di lokasi proyek, Gibran menerima laporan langsung mengenai progres pembangunan dari jajaran direksi MRT Jakarta.
Menurut Gibran, secara keseluruhan, sudah dilaporkan Dirut MRT progres pembangunannya sudah mencapai 59 persen.
“Di akhir tahun 2027, HI-Monas tersambung dan sudah beroperasi, lalu di akhir 2029 nyambung sampai ke Stasiun Kota,” kata Gibran.
Menurutnya, pengembangan transportasi publik modern menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah disebut ingin menghadirkan sistem transportasi yang aman, nyaman, modern, dan terintegrasi untuk mendukung mobilitas masyarakat perkotaan.
Gibran juga menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga kawasan aglomerasi dalam mewujudkan sistem transportasi massal yang lebih baik.
Selain itu, Gibran mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan MRT Fase 2A, termasuk para pekerja konstruksi yang bekerja keras mengejar target proyek.
“Jadi, ini progres yang luar biasa sekali. Terima kasih sekali sudah bekerja pagi, siang, malam, sehingga progres pembangunan yang ada di sini bisa sesuai timeline,” kata Gibran.


