HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir dan longsor melanda Kota Surakarta (Solo) di Provinsi Jawa Tengah setelah hujan deras berdurasi cukup lama terjadi di wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Kelurahan tersebut antara lain Pajang 130 KK, Joyosuran 117 KK, Tipes 211 KK, Bumi 85 KK, Joyontakan 15 KK, Panularan 187 KK, Sondakan 27 KK, Laweyan 9 KK, Sangkrah 47 KK, Kedung Lumbu 230 KK, Jebres 23 KK, serta Mojosongo 2 KK.
“Sebagian besar wilayah terdampak dilaporkan sudah mulai surut, meskipun proses pendataan masih berlangsung di beberapa titik,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (16/4).
Selain genangan, kejadian ini juga mengakibatkan talud longsor di RW 14 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Sejumlah warga sempat mengungsi di beberapa titik, di antaranya masjid, balai warga, sekolah, dan rumah warga, dengan total puluhan jiwa terdampak yang masih membutuhkan dukungan logistik dan layanan dasar.
Abdul memastikan BPBD Kota Surakarta bersama unsur terkait telah melakukan penanganan darurat berupa asesmen, evakuasi warga, serta koordinasi lintas sektor.
“Dukungan logistik yang telah disalurkan meliputi matras, selimut, paket sembako, makanan siap saji, hingga pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial dan unsur masyarakat,” ujarnya.

