HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana cuaca ekstrem melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang melanda sejumlah pemukiman warga.
“Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Batulappa, tepatnya di Desa Tapporang. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (20/11).
Abdul menjelaskan bahwa kejadian ini berdampak pada 11 kepala keluarga (KK). Selain itu, tercatat sebanyak 11 unit rumah mengalami rusak ringan (RR) akibat terjangan angin kencang yang menyertai hujan.
“Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerusakan yang terjadi cukup mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga terdampak,” ujarnya.
Dalam upaya penanggulangan, sejumlah unsur turut terlibat, antara lain TRC-PB BPBD Kabupaten Pinrang, TNI-Polri, serta masyarakat dan pemerintah setempat. Hingga Minggu, (19/4), kondisi di lokasi masih dalam tahap penanganan, dengan fokus pada pendataan lanjutan dan langkah-langkah penanganan darurat bagi warga terdampak.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
“Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca dari instansi berwenang, menjaga kebersihan lingkungan seperti saluran air dan drainase, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terdapat tanda-tanda potensi bahaya,” imbaunya.
“Selain itu, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko, ancaman bahaya serta dampak yang ditimbulkan,” sambungnya.

