PM Terpilih Hungaria Janjikan Penegakan Surat Perintah ICC Terkait Tangkap Netanyahu

0 Shares

HOLOPIS.COM, Budapest – Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, menegaskan komitmennya untuk menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap individu yang berstatus buronan dan memasuki wilayah Hungaria.

“Jika seseorang adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional dan orang yang dicari memasuki negara kita, maka mereka harus ditahan,” ujar Magyar kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP, pada Selasa, 21 April 2026.

- Advertisement -

Pernyataan ini muncul di tengah kontroversi mengenai undangan yang diberikan Magyar kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk berkunjung ke Budapest pada tahun ini. Netanyahu telah menjadi buronan ICC sejak 2024 karena dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi dalam konflik di Gaza.

Magyar menegaskan bahwa prinsip penegakan hukum ini berlaku bagi semua negara anggota ICC tanpa pengecualian. “Saya tidak perlu menjelaskan semuanya secara rinci melalui telepon. Saya berasumsi bahwa setiap kepala negara dan pemerintahan sudah familiar dengan hukum-hukum ini,” tambahnya.

- Advertisement -

Sikap Magyar menunjukkan potensi perubahan kebijakan luar negeri Hungaria di bawah kepemimpinannya, berbeda dari pendahulunya, Viktor Orban. Di masa Orban, Budapest sempat berencana untuk keluar dari ICC setelah pertemuan dengan Netanyahu, dan proses penarikan ini dijadwalkan efektif pada 2 Juni 2026.

Namun, Magyar menegaskan bahwa pemerintahannya akan menghentikan proses penarikan tersebut sebelum resmi keluar dari ICC. Ia juga menjelaskan bahwa undangan kepada Netanyahu merupakan bagian dari rangkaian undangan kepada beberapa kepala negara untuk memperingati 70 tahun pemberontakan anti-Soviet di Hungaria pada tahun 1956.

Sebagai informasi, ICC dibentuk untuk mengadili individu atas kejahatan serius, seperti genosida dan kejahatan perang. Kebijakan negara-negara terhadap ICC dapat mencerminkan sikap mereka terhadap hukum internasional dan komitmen untuk menegakkan keadilan. Situasi ini menggambarkan dinamika politik yang rumit di Eropa, terutama terkait dengan hubungan antara negara-negara anggota dan individu yang dicari oleh ICC.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru