Heboh Ikan Sapu-sapu di Jakarta! Susi Pudjiastuti Bongkar Solusi Baru, Ternyata Bisa Jadi Cuan

0 Shares

HOLOPIS.COM, Jakarta – Heboh penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta, Susi Pudjiastuti usul diolah jadi pakan ternak hingga pupuk, bahkan dinilai bisa jadi peluang cuan baru.

Urusan ikan sapu-sapu di Jakarta ternyata belum juga selesai.

- Advertisement -

Ikan invasif yang satu ini masih terus jadi perhatian karena jumlahnya yang makin sulit dikendalikan di sejumlah perairan ibu kota.

Bukan cuma soal ekosistem yang terganggu, tapi juga soal bagaimana cara paling tepat untuk menanganinya tanpa menimbulkan masalah baru.

- Advertisement -

Di tengah situasi itu, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut memberikan pandangan yang cukup menarik perhatian.

Susi tidak hanya menyoroti masalahnya, tapi juga menawarkan solusi yang dinilai lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Menurut Susi, ikan sapu-sapu yang sudah ditangkap sebaiknya tidak langsung dimusnahkan dengan cara yang tidak memberikan manfaat tambahan.

Ia menilai, ada banyak cara yang bisa dilakukan agar ikan tersebut justru memiliki nilai guna.

“Dibuat pakan ikan atau pakan ternak saja, digiling dijadikan pelet ikan,” ujar Susi, Senin (20/4/2026).

Gagasan ini cukup sederhana, tapi dampaknya bisa besar. Dengan diolah menjadi pelet, ikan sapu-sapu bisa masuk ke rantai industri pakan yang selama ini cukup besar di sektor perikanan dan peternakan.

Tak hanya itu, Susi juga menambahkan bahwa ikan sapu-sapu bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Dalam skema ini, ikan yang sudah ditangkap bisa dicincang terlebih dahulu, lalu dikubur di lahan pertanian agar membantu meningkatkan kesuburan tanah.

“Atau pupuk tanaman juga bisa, dikirim ke perkebunan, dicincang lalu dikubur di lahan pertanian,” jelasnya.

Bahkan, Susi juga membuka opsi lain yang tak kalah menarik, yakni menjadikan ikan sapu-sapu sebagai pakan alternatif untuk beberapa jenis peternakan seperti kepiting hingga buaya.

Menurutnya, pemanfaatan ini jauh lebih masuk akal dibanding sekadar membuang atau mengubur tanpa nilai tambah.

Tanggapan Pemprov DKI

Menanggapi usulan tersebut, pihak Dinas KPKP DKI Jakarta menyebut bahwa semua masukan akan dikaji secara menyeluruh.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, peneliti, hingga pemerintah pusat.

Tujuannya adalah mencari metode paling efektif dalam penanganan ikan sapu-sapu yang ada di berbagai wilayah Jakarta.

“Kami sedang berkoordinasi dengan akademisi, lembaga penelitian, praktisi, dan pemerintah pusat untuk memformulasikan metode paling efektif dan efisien,” kata Hasudungan, Selasa (21/4/2026).

Ia juga mengakui bahwa selama ini proses pengendalian ikan sapu-sapu masih menghadapi banyak tantangan, terutama karena jumlahnya yang cukup besar di beberapa lokasi.

Di lapangan, penanganan ikan sapu-sapu masih terus dilakukan di sejumlah titik.

Salah satu lokasi yang disebut memiliki populasi cukup tinggi adalah kawasan Setu Babakan.

Kondisi ini membuat proses pengendalian tidak bisa dilakukan secara sederhana.

Jumlah ikan yang besar membuat pemerintah harus mencari cara yang lebih sistematis dan efisien agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Meski begitu, semua masih dalam tahap kajian.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan akan berhati-hati dalam mengambil keputusan agar solusi yang dipilih tidak hanya efektif, tetapi juga sesuai aturan dan ramah lingkungan.

Kini, publik tinggal menunggu seperti apa keputusan akhir yang akan diambil.

Apakah usulan Susi akan benar-benar diadopsi, atau justru lahir solusi baru yang lebih komprehensif.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru