HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah yang berlokasi di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Senin (20/4), sebagai bagian dari komitmen pemerintah memastikan kualitas infrastruktur hunian bagi ASN ldi wilayah timur Indonesia.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur berkualitas, tepat guna, dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pusat-pusat pemerintahan baru di daerah.
Saat meninjau langsung unit kamar dan fasilitas bangunan, Wapres menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan rusun yang dinilai sudah berjalan baik. Namun, ia menekankan bahwa pada masa pemeliharaan, seluruh kekurangan yang masih ditemukan harus segera diperbaiki secara menyeluruh dan dituntaskan sebelum proses serah terima kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dilakukan.
Selanjutnya, Wapres memberikan penekanan tegas kepada pemerintah daerah agar tidak menerima hasil pekerjaan apabila masih ditemukan cacat desain (defect design). Ia menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan harus memenuhi standar kualitas sejak perencanaan hingga pelaksanaan.
Menurutnya, ketelitian dalam memastikan kualitas desain dan konstruksi menjadi kunci agar bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal, aman, dan berkelanjutan bagi para ASN yang akan menempatinya.
Kepada Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wapres menegaskan agar tidak ragu menolak hasil pekerjaan apabila masih ditemukan cacat desain.
“Pak, nanti kalau masih ada defect design-nya jangan diterima ya. Ini profesional, jangan diterima [kalau ada cacat desain],” tegas Wapres.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres menerima paparan dari Kepala Balai Perumahan Provinsi Papua Tengah, Meda Kilian, terkait progres pembangunan dan fasilitas rusun bagi ASN Papua Tengah.
“Berikut adalah kondisi di kamarnya. Kamar anak, ruang tamu, service area. Kemudian rusun ini, layoutnya seperti rumah tapak. Ada dua kamar tidur, kamar utama. Kemudian ada kamar tidur anak, ada dapur, ada kamar mandi, ada ruang cuci, ruang tamu, dan tempat makan,” jelas Meda.
“Kapasitasnya ini adalah 44 unit untuk satu tower. Kami membangun dua tower sehingga ada 88 unit. Untuk fasilitasnya, di lantai 1 ada ruang pengelola, ada gudang, ada ruang panel, toilet umum, dan janitor. Untuk lantai 2 sendiri, 16 kamar, dan lantai 3 adalah 16 kamar. Tower 1 dan tower 2, template sama desainnya. Selain itu, kami juga melengkapi dengan mebeler (mebel),” lanjutnya.
Lebih jauh Meda menjelaskan bahwa setiap unit hunian telah dilengkapi dengan berbagai perabot untuk menunjang kenyamanan penghuni, mulai dari tempat tidur berukuran 160 cm, tempat tidur susun untuk kamar yang lebih kecil, lemari dua pintu maupun satu pintu, hingga meja makan, meja tamu, sofa, dan satu set kursi. Dengan kelengkapan tersebut, seluruh unit rusun telah dalam kondisi full furnish dan siap langsung dihuni. Selain itu, unit pada lantai 1 diprioritaskan bagi penyandang disabilitas guna memastikan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas bagi seluruh penghuni.
Peninjauan ini menjadi rangkaian akhir kunjungan kerja Wapres di Nabire, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Timika untuk agenda berikutnya di wilayah Papua Tengah.

