Anindya Bakrie Yakin Bisa Jadi Penggerak Ekosistem Besar Lewat Bus dan Truk Listrik

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

MAGELANG, HOLOPIS.COM – Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), Anindya Novyan Bakrie menyatakan bahwa pihaknya akan fokus pada perakitan kendaraan besar listrik untuk menunjang ekosistem industri yang lebih besar.

“Kami ingin melaporkan bahwa kami memilih bus dan truk listrik karena memang bus dan truk listrik ini bisa menjadi penonggak untuk tumbuhnya ekosistem industri listrik,” kata Anindya dalam laporan grand launching pabrik perakitan kendaraan komersil berbasis listrik di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Walaupun jika melihat angka statistik tentu bisnis perakitan kendaraan komersil jenis bus dan truk tidak sebaik sepeda motor maupun mobil listrik. Akan tetapi target scale up yang ingin dicapai tak akan kalah jauh.

“Memang tidak ‘seseksi’ kalau dilihat dari motor yang jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar,” ujarnya.

Bahkan, putra Abu Rizal Bakrie ini mengklaim dengan produksi kendaraan bus dan truk trik ini, bisa memberikan dampak yang baik bagi kebijakan BBM subsidi oleh pemerintah pusat. Nominalnya pun tak main-main, ditaksir mencapai USD5 Miliar per tahun.

“Nah, jumlah daripada subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi dari bus dan truk ini bisa sampai 5 miliar dolar per tahun,” klaimnya.

Dalam produksi dan perakitan kendaraan truk maupun bus listrik ini, VKTR telah menggandeng perusahaan-perusahaan yang sudah menjadi pemain besar komponen. Mulai dari perakitan body seperti Karoseri, Trisakti, Laksana, Adiputro, dan juga Tentrem Sejahtera. Kemudian untuk pemain produsen ban ada Gajah Tunggal (GT). Lantas untuk aki ada Auto Inovasi Sukses.

Selanjutnya untuk komponen telematika hadir pula dari Erika Solusi Integrasi. Lalu untuk AC (Air Conditioner) hadir Sejuk Sejahtera Santosa.

Anindya mengklaim dengan kolaborasi dengan semua pemain komponen tersebut, ia yakin bisnis ini bisa semakin besar dan maju lagi.

“Ini salah satu contoh bahwa dengan bekerja sama, maju bersama, kita bisa membuat industrialisasi yang sukses,” tegas Andindya.

Mandiri dengan TKDN

Lebih lanjut, pria yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) tersebut menegaskan bahwa dengan kerja sama semua pemain lokal untuk komponen perakitan truk dan bus listrik ini, ia yakin industri ini bisa lebih maju lagi.

“Kami melihat, kami juga percaya bahwa dengan kekuatan mandiri kita bisa meningkatkan TKDN yang sudah mendapat sertifikasi 40% dari Kementerian Perindustrian, menuju ke 60% tahun ini, dan 80% di 2028,” paparnya.

Suksesi ini merupakan langkah baik untuk mencontoh negara-negara maju industri seperti Jepang, bagaimana mereka menghadirkan produk dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang lebih dominan.

“Kalau kita lihat Pak Presiden dari sejarah negara lain, di Jepang mereka maju dahulu dengan bus dan truk sebelum ke mobil. Nah, kita juga merasa bukan saja Jepang dengan Hino, Isuzu, Fuso-nya, atau Korea dengan Hyundai-nya, atau India dengan Tata Motor-nya, Ashok Leyland-nya; Indonesia juga bisa! Dan inilah yang kami ingin sampaikan Pak Presiden, bahwa kita siap untuk menjawab tantangan yang Bapak berikan,” pungkas Andindya Bakrie.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU