MAKASSAR – Warga di sekitar indekos BTP Blok G, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dihebohkan dengan penemuan jasad mahasiswi tewas dalam posisi tergantung, Selasa (16/9).
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf mengatakan bahwa jasad mahasiswi yang diketahui berinisial VY (21) itu ditemukan pertama kali oleh rekannya.
“Keterangan beberapa teman almarhumah, bahwa terakhir ketemu pada Senin kemarin. Mereka sempat makan bersama lalu rekannya ini mengantar almarhumah pulang ke indekos,” kata Yusuf dikonfirmasi, Rabu (17/9) malam.
Keesokan harinya, rekan korban mencoba menghubungi VY. Namun, tidak pernah direspon sehingga beberapa rekannya mencoba mengecek keadaan VY di indekos.
Karena korban tidak kunjung merespons, pemilik kos akhirnya mendobrak pintu kamar. Saat terbuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung menggunakan kain.
Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP bersama tim Inafis dan Dokpol.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri. Namun, kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pastinya,” ungkap dia.
Saat ini polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian.
Hingga kini, motif di balik dugaan aksi nekat korban masih dalam penyelidikan.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Sangkala mengungkapkan, di lokasi tidak ditemukan adanya benda mencurigakan.
“Tidak ada (benda atau barang mencurigakan), posisi kamar terkunci dari dalam dan didobrak untuk bisa masuk,” tutur dia.
Ternyata Mahasiswi S2 Unhas
Seorang mahasiswi berinisial VY yang ditemukan meninggal dalam posisi tergantung di kamar kosnya ternyata mahasiswi program magister (S2) Administrasi Publik, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) UnHAS, Ishaq Rahman, membenarkan bahwa mahasiswi tersebut benar sedang menempuh pendidikan S2. Pihak Unhas pun menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut.
Menurut Ishaq, VYR dikonfirmasi sebagai mahasiswi aktif angkatan 2024 yang sedang menempuh semester III.
“Perkuliahan almarhumah lancar dan tidak ada kendala, dan seharusnya dalam tahap akhir penyelesaian studi,” jelas Ishaq, Rabu (17/9) malam.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima dari teman-teman VYR, almarhumah memang sedang mengalami masalah pribadi yang sama sekali tidak berkaitan dengan perkuliahan.
“Pihak kampus sepenuhnya menyerahkan penyelidikan sebab musabab peristiwa ini kepada aparat kepolisian,” tegas Ishaq.
Catatan:
Artikel ini ditulis semata-mata sebagai laporan peristiwa. Informasi berikut tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa.
Jika Anda mengalami tekanan batin, depresi, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan dengan psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Anda tidak sendirian, selalu ada jalan keluar dan bantuan yang tersedia.



