HOLOPIS.COM, MAROS – Kabar meninggalnya Valenth A Tambuto (24), warga Kampung Boko, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengundang duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Pemuda tersebut dilaporkan meninggal dunia di Kota Yerevan, Armenia, dan diduga menjadi korban pembunuhan.
Informasi yang diterima keluarga menyebutkan Valenth ditemukan tidak bernyawa di sebuah hotel di Yerevan pada Rabu (15/7). Saat ditemukan, kondisi korban disebut memprihatinkan dengan mulut dilakban serta kedua tangan terikat.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Valenth masih dalam penyelidikan aparat berwenang di Armenia.
Dugaan awal mengarah pada tindak pidana pembunuhan, namun otoritas setempat masih mendalami seluruh fakta dan bukti yang ada.
Suasana duka terlihat di kediaman orang tua korban di Kampung Boko. Rumah tersebut tampak lengang tanpa aktivitas keluarga. Hanya lampu teras yang terlihat menyala pada Senin (20/7).
Diketahui, keluarga besar saat ini berkumpul di kediaman adik korban di Makassar sambil menunggu kepastian mengenai proses pemulangan jenazah dari Armenia ke Indonesia.
Kepala Desa Moncongloe Lappara, Sirajuddin, membenarkan bahwa Valenth merupakan warga desanya.
Ia mengatakan korban berangkat ke Armenia sekitar tiga bulan lalu untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Sebelumnya, Valenth juga pernah bekerja di Filipina.
Sirajuddin mengungkapkan pemerintah desa mengetahui kabar tersebut setelah mendapat informasi dari pihak keluarga dan pemberitaan yang beredar.
Saat ini, pemerintah desa masih menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten Maros terkait langkah yang dapat dilakukan untuk membantu keluarga korban.
“Korban memang warga kami. Sekitar tiga bulan lalu berangkat ke Armenia untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia. Kami masih menunggu informasi resmi terkait pemulangan jenazah dan siap membantu keluarga sesuai arahan pemerintah daerah,” ujar Sirajuddin, Senin (20/7).
Sementara itu, tetangga korban, Mustaming, mengaku tidak menyangka Valenth meninggal dunia di luar negeri. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan warga sekitar.



