JAKARTA – Sutradara Superman (2025) James Gunn mengatakan bahwa ia memiliki pesan yang sangat jelas dan menohok untuk mereka yang mengaku tersinggung dengan film superhero terbarunya tersebut. Ia mengakui bahwa filmnya memang mengambil unsur politik, dan tentang moralitas.
“Kalian pernah tidak tak akan pernah membunuh apa pun ceritanya, hal yang diyakini Superman. Atau kau puny akeseimbangan seperti yang dipercaya Lois Lane?,” kata James Gunn, dikutip Holopis.com, Minggu (13/7).
Ia mengatakan bahwa ini juga menunjukkan bagaimana dua orang dalam sebuah hubungan bisa bertengkar karena perbedaan pendapat. Apalagi di era sekarang di mana perbedaan pendapat dan pandangan politik bisa benar-benar membuat sebuah hubungan gonjang ganjing.
“Ini tentang bagaimana hubungan mereka terdiri dari pendapat yang berbeda, dan kepercayaan moral bisa memisahkan orang,” lanjutnya.
Ia pun menekankan bahwa pada dasarnya, Superman adalah film yang bercerita tentang Amerika, di mana seorang imigran yang datang dari tempat lain dan mengisi negara tersebut.
Namun hal yang paling penting menurut Jame Gunn adalah Superman yang mengajarkan kemanusiaan mendasar, dan saat ini kebaikan adalah sebuah hal berharga yang sudah hilang dari kita.
“Untuk saya, ini tentang cerita yang mengatakan bahwa kemanusiaan mendasar adalah sebuah hal berharga yang sudah hilang dari kita,” kata James Gunn.
Sebagai tambahan informasi, kehebohan film Superman terjadi karena film ini dinilai oleh para penontonnya mengandung sindiran terhadap konflik yang terjadi di Gaza saat ini.
Di film itu, sinopsis berputar pada Superman yang dipertanyakan ketika ia menyelamatkan warga Jarhanpur yang tertindas karena serangan militer dari tetangga mereka, wilayah Boravia.
Netizen pun langsung menarik kesimpulan, meskipun belum dibenarkan oleh James Gunn atau siapa pun, bahwa Jarhanpur yang digambarkan tertindas adalah Palestina, sedangkan Boravia yang menindas Jarhanpur dengan kekuatan militer adalah Israel.
Sobat Holopis sudah pada nonton Superman belum?


