JAKARTA – Iran secara resmi melancarkan serangan menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar. Hal itu telah dikonfirmasi Dewan Keamanan Nasional Iran, sebagaimana buntut dari serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran itu sendiri sebelum ini.
Seperti yang telah diketahui bersama, Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan, bahwa negaranya telah menyerang fasilitas nuklir Iran, yakni Fordo, Natanz dan Isfahan, pada Sabtu (21/6) malam waktu setempat.
Iran sadar akan serangan itu, namun mereka tetap merudal titik-titik strategis Israel sebagai respon cepat terhadap serangan AS ke negaranya. Bahkan, Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS yang ada di sejumlah negara di Timur Tengah.
Salah satunya adalah Qatar, dimana Iran secara resmi menyerang pangkalan militer yang ada di negara tersebut.
“Menanggapi tindakan agresif dan kurang ajar AS terhadap situs dan fasilitas nuklir Iran, beberapa jam yang lalu, angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang kuat menyerang pangkalan udara AS di Al-Udeid, Qatar,” ungkap Dewan Keamanan Nasional Iran, seperti dikutip Holopis.com dari AFP.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa serangan itu hanya menyasar pangkalan militer AS saja, tidak akan menimbulkan dampak bagi Qatar itu sendiri.
“Tindakan ini tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi negara sahabat dan persaudaraan kami, Qatar,” jelasnya.
Ada pun jumlah rudal yang dilontarkan Iran ke Pangkalan Milter AS di Qatar itu masih simpang siur. Dari kabar yang mencuat di muka publik, disebutkan bahwa sebanyak 10 rudal digunakan Iran. Bahkan, ada yang menyebut serangan rudal itu disesuaikan dengan seperti AS menyerang fasilitas nuklir Iran.



