JAKARTA – Bencana banjir merendam ribuan rumah warga di tiga Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah semenjak beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, kabupaten pertama yang terdampak banjir yakni di Kabupaten Barito Selatan. Bencana banjir sejak Jumat (7/3) itu terpantau belum surut.
“Banjir yang disebabkan oleh hujan lebat tersebut merendam lima kecamatan. Saat ini ketinggian muka air bervariasi mulai dari 30 sampai 150 sentimeter,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (17/4).
Banjir tersebut kemudian diketahui menyebabkan sebanyak 4.482 unit rumah, 20 unit fasilitas kesehatan, 50 unit fasilitas ibadah, 63 unit fasilitas pendidikan, 317 unit jembatan, 16 ruas jalan, 21 lahan pertanian dan sembilan lahan pertanian terdampak.
Bencana banjir berikutnya melanda enam kecamatan di Kabupaten Kapuas sejak Selasa (4/3) masih belum surut. Tercatat ada 5.558 unit rumah, sembilan unit fasilitas kesehatan, 51 unit fasilitas ibadah, 58 unit fasilitas pendidikan, 135 unit jembatan dan 274 akses jalan terdampak.
“Ketinggian air mencapai 300 sentimeter,” imbuhnya.
Selain itu, banjir yang terjadi di Kabupaten Murung Raya sejak Rabu (9/4) masih belum surut. Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Gula, Kohong,Tuhup dan Laung yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.
“Kejadian ini berdampak pada lima kecamatan. Sebanyak 552 unit rumah, masing-masing satu unit fasilitas umum, fasilitas ibadah, fasilitas kesehatan dan kantor pemerintah, tiga unit fasilitas pendidikan serta 22 unit jembatan terdampak banjir,” jelasnya.
Dari laporan yang ada, Abdul menyebut bahwa banjir masih bertahan setinggi satu meter di empat kecamatan.


