JAKARTA – Teroris Papua kembali berulah dengan melakukan penyerangan warga sipil yang ada di Bumi Cenderawasih tersebut.
Dimana kali ini warga sipil yang ada di Kampung Anggruk, Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo menjadi korban kekejian teroris Papua tersebut.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menjelaskan, setidaknya ada enam orang guru dan tenaga kesehatan di Kampung Anggruk yang menjadi korban teroris Papua.
“OPM telah membunuh dan membakar hidup-hidup enam guru dan nakes serta membakar gedung sekolah dan rumah guru. Bahkan memeras dan merampok uang masyarakat di sekitarnya,” kata Candra Kurniawan dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (23/3).
“Mana keadilan HAM para korban ini?” sambungnya.
Candra menjelaskan, gerombolan teroris Papua yang juga dicap OPM (organisasi Papua Merdeka) ini telah menyerang para guru dan nakes di sekitar kompleks perumahan guru. Selain itu, para teroris Papua turut membakar sekitar lokasi sehingga menyulitkan warga lainnya untuk mengevakuasi para korban.
“Hasil konfirmasi di lapangan, gerombolan OPM ini bersenjata meneror masyarakat sekitarnya. Saat ini para korban yang terbunuh dan dibakar masih belum dievakuasi. Namun, aparat keamanan terus berupaya secepatnya mengevakuasi para korban,” jelasnya.
Untuk identitas para korban sementara itu diketahui Saudari T (guru), Saudari F (guru), Saudara F (guru) dan Saudari I (nakes), sedangkan 2 orang lainnya masih didata.
Lebih lanjut Kolonel Candra mengatakan pasca-penyerangan tersebut, para guru dan nakes lainnya memilih untuk mengevakuasi diri ke tempat yang dianggap aman.
“Kondisi korban lainnya yang selamat masih belum diketahui. Akibat aksi biadab OPM ini, membuat para nakes dan guru cemas dan meminta untuk diungsikan,” tukasnya.
Pada Minggu (23/3), telah diungsikan para guru dan tenaga kesehatan dari Distrik Heriyapini, Distrik Kosarek, Distrik Ubalihi, Distrik Nisikni, Disteik Walma dan Distrik Kabiyanggama Kabupaten Yahukimo menggunakan pesawat Adventist Aviation.
“Yang diungsikan (guru dan nakes) berjumlah 58 orang dewasa serta empat anak-anak, dan satu warga asli. Mereka diterbangkan ke bandara Wamena dan selanjutnya ke Jayapura,” jelasnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!