Dukungan Australia dalam operasi penanganan karhutla ini tidak hanya mengandalkan Hercules C-130.
BNPB juga menyiapkan satu unit pesawat Cessna Citation yang berfungsi sebagai pesawat pemandu untuk mendukung pelaksanaan pemadaman dari udara.
Operasi tersebut turut diperkuat 20 personel spesialis penerbangan dari New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS).
Tim ini terdiri atas pilot dan kru penerbangan yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran operasi udara.
Bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi BNPB dengan Pemerintah Australia untuk memperkuat penanganan kebakaran di wilayah Samarinda.
Operasi pemadaman direncanakan berlangsung selama tujuh hari, mulai 6 hingga 12 November 2026.
BNPB memastikan koordinasi dengan tim Australia dan berbagai unsur terkait terus dilakukan selama pengerahan pesawat berlangsung.
Prioritas operasi diarahkan pada lokasi kebakaran yang membutuhkan dukungan pemadaman dari udara, khususnya kawasan di sekitar permukiman masyarakat.
Berton menegaskan, keberadaan pesawat bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla untuk memperluas jangkauan pemadaman.
Dengan kapasitas angkut air yang besar, Hercules C-130 diharapkan dapat membantu menekan penyebaran api.
Namun, efektivitas operasi tetap bergantung pada kondisi lapangan, ketepatan sasaran, serta koordinasi antara petugas pemadam di darat dan tim penerbangan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!