HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, operasi modifikasi cuaca tetap digencarkan untuk menekan penyebaran titik api.
Pemerintah bahkan mengerahkan pesawat untuk menyemai awan menggunakan garam (NaCl) dan es kering atau dry ice. Tiga provinsi menjadi prioritas utama, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) masih terus dilakukan meskipun beberapa daerah mulai mendapatkan hujan.
“Kami tetap melakukan operasi modifikasi cuaca. Namun, kali ini kami akan menyampaikan tiga provinsi yang secara signifikan kami melakukan kegiatan ini,” ujar Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Di Kalimantan Tengah, petugas telah melaksanakan enam sorti penerbangan dengan menyebarkan total 10.600 kilogram bahan semai berupa dry ice dan garam.
Upaya tersebut diikuti turunnya hujan ringan di Palangkaraya dan sejumlah kabupaten, seperti Sukamara, Katingan, Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Gunung Mas. Hujan juga terpantau di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, dua sorti penerbangan dilakukan dengan menggunakan 1.800 kilogram garam. Hujan ringan kemudian turun di Banjarbaru, Banjarmasin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
Hasil berbeda terlihat di Sumatera Selatan. Melalui dua sorti penerbangan dengan penyemaian 5.600 kilogram garam, hujan dengan intensitas cenderung lebat dilaporkan turun di Indralaya, Ogan Ilir, sekitar Bandara Palembang, Muara Padang, hingga Banyuasin.
864 Titik Api Masih Terdeteksi
Meski hujan mulai turun, kondisi karhutla di sejumlah daerah belum sepenuhnya terkendali.
Berdasarkan pemantauan BNPB hingga 3 November 2026, masih terdapat 864 titik api di berbagai wilayah Indonesia. Sementara luas lahan yang sedang dalam penanganan mencapai 1.615 hektare.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang paling mendapat perhatian. Jumlah titik api di wilayah tersebut meningkat 50 persen menjadi 425 titik dibandingkan hari sebelumnya.
Luas lahan yang dalam penanganan juga bertambah hingga mencapai 664 hektare.
Kondisi serupa terjadi di Sumatera Selatan. Jumlah titik api melonjak 186 persen menjadi 60 titik, dengan luas lahan yang ditangani mencapai 105 hektare atau meningkat 66 persen.
Di Jambi, BNPB mencatat 150 titik api atau meningkat 134 persen. Adapun luas lahan yang sedang ditangani mencapai 403 hektare.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!