“Dia takut diganti maka dia lakukan beberapa hal, salah satunya membuat ormas, ada ormas buruh, dan ormas yang isinya mantan narapidana terorisme,” kata sumber tersebut.
Salah satu organisasi yang kemudian menjadi sorotan adalah Garda Satya NKRI.
Organisasi ini diketahui memiliki anggota dan simpatisan yang berasal dari lingkungan eks Jamaah Islamiyah (JI).
Jumlah anggotanya disebut mencapai 6.500 hingga 8.000 orang.
Organisasi tersebut dipimpin Para Wijayanto, mantan Amir JI periode 2008–2019.
Garda Satya NKRI lahir setelah deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah pada 30 Juni 2024.
Pembubaran tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi sosial mantan anggota JI ke tengah masyarakat.
Organisasi ini juga memiliki sejumlah program pemberdayaan ekonomi.
Setidaknya terdapat 19 program pelatihan kemandirian, mulai dari teknisi pendingin ruangan, barista, kreator konten, pemasaran digital, hingga kewirausahaan dan agribisnis.
Nama Listyo Sigit ikut dikaitkan dengan organisasi tersebut karena pernah menghadiri kegiatan silaturahmi akbar Garda Satya NKRI di Solo pada 30 Agustus 2026.
Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan anggota itu, Listyo menyebut hubungan Polri dengan Garda Satya NKRI sebagai persaudaraan saklawase atau persaudaraan selamanya.
Selain kelompok eks napiter, jaringan buruh juga menjadi perhatian.
Listyo diketahui pernah menghadiri peresmian Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia pada Juli 2026.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!