HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo memicu reaksi keras AHY. Dia mendesak aparat membongkar dalang, motif, dan pihak di baliknya.
Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto membuka persoalan serius mengenai keamanan komunikasi pejabat negara.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada pengungkapan pelaku teknis, tetapi juga menelusuri pihak yang diduga mengendalikan operasi tersebut.
Bagi AHY, ada sejumlah persoalan mendasar yang harus dijelaskan secara terbuka.
Mulai dari siapa yang menjadi sasaran, bagaimana tindakan itu bisa berlangsung, siapa yang memberikan instruksi, hingga kepentingan apa yang hendak dicapai melalui pengumpulan informasi secara ilegal.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (5/11/2026).
Dia menyoroti dugaan penyadapan yang disebut berlangsung tanpa mengikuti prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.
Persoalan ini menjadi semakin serius karena jangkauan sasaran yang diungkap dalam keterangan Polri disebut tidak terbatas pada Presiden.
Sejumlah pejabat pemerintahan, tokoh politik, insan pers, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha juga masuk dalam daftar pihak yang diduga menjadi target.
AHY memandang praktik penyadapan di luar kewenangan hukum berpotensi menimbulkan dampak luas.
Selain menyangkut perlindungan informasi pribadi, tindakan tersebut dapat mengganggu keamanan negara dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Sorotan AHY terutama tertuju pada kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan hasil penyadapan untuk kepentingan tertentu.
Karena itu, pengusutan dinilai perlu menjangkau seluruh rangkaian peristiwa, termasuk pihak yang diduga menjadi pengendali di belakangnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!