“Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat, jangan justru menyusahkan rakyat, ingat gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat,” kata Prabowo dalam pernyataan yang dikutip IPW.
Prabowo juga menekankan agar polisi berani menegakkan hukum secara adil, membela yang benar, serta melindungi masyarakat yang lemah.
Dorong Reformasi Kultural dan Pengawasan Melekat
Selain pelayanan publik, IPW mendorong Suyudi menjadikan reformasi kultural sebagai salah satu prioritas kepemimpinannya. Reformasi tersebut dinilai perlu diperkuat dengan implementasi pengawasan melekat sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2022.
Sugeng mengatakan perubahan kultur diperlukan untuk mengubah pola pikir, sikap, dan kebiasaan kerja anggota Polri. Menurutnya, keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada keteladanan pimpinan.
“Sebagai pimpinan tertinggi di Polri, Jenderal Suyudi harus bertanggung jawab mengontrol bawahannya dari tingkat Pejabat Utama di Mabes Polri dan pejabat tingkat kewilayahan Polda dan Polres,” tuturnya.
Ia menilai reformasi kultural akan sulit berhasil apabila hanya dibebankan kepada anggota. Karena itu, para pimpinan harus menjadi contoh dalam integritas, disiplin, transparansi, komunikasi, pengambilan keputusan, hingga pemberian penghargaan dan sanksi.
IPW juga menyoroti pentingnya pengawasan melekat oleh atasan langsung. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2022, pengawasan melekat bertujuan mencegah penyimpangan perilaku serta meningkatkan disiplin, etika, dan kinerja pegawai negeri pada Polri.
Pengawasan tersebut dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi. Bentuknya antara lain melalui arahan, inspeksi, asistensi, supervisi, serta monitoring dan evaluasi.
Dalam aturan tersebut, atasan langsung juga dapat dikenakan sanksi apabila mengabaikan kewajibannya dalam melaksanakan pengawasan melekat terhadap bawahannya.
Namun, IPW menilai implementasi pengawasan melekat selama ini belum berjalan maksimal. Karena itu, Sugeng meminta Suyudi memberikan perhatian khusus agar mekanisme tersebut diterapkan secara konsekuen.
“Paling tidak, memilih pimpinan-pimpinan terbaik yang mampu sebagai teladan di semua lini satuan kerja di tubuh Polri. Baik melalui meritokrasi namun tanpa transaksi,” pungkas Sugeng.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...