Dengan kombinasi tersebut, PPA dapat menjalankan sejumlah misi peperangan di laut, termasuk peperangan permukaan, pertahanan udara dan peperangan bawah laut.
KRI Brawijaya juga diketahui menggunakan radar Leonardo Kronos Quad C-band AESA yang mendukung pemantauan sasaran udara dan permukaan.
Kapal ini turut memiliki kemampuan peperangan elektronik.
Meski memiliki persenjataan lengkap, PPA tidak dirancang hanya untuk berperang.
Fincantieri menjelaskan kapal ini sebagai platform multifungsi yang dapat digunakan dalam operasi tempur, patroli maritim, pencarian dan penyelamatan, hingga misi perlindungan sipil.
Fleksibilitas tersebut salah satunya terlihat dari fasilitas untuk mengoperasikan kapal cepat Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB).
Kapal cepat itu dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasi di laut.
PPA juga memiliki ruang yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan misi.
Karena itu, penggunaannya tidak terbatas pada operasi militer, tetapi dapat diperluas untuk kebutuhan logistik, penyelamatan maupun bantuan kemanusiaan.
Konsep tersebut membuat satu kapal bisa menjalankan berbagai tugas tanpa harus bergantung pada satu jenis misi saja.
Dari sisi kemampuan gerak, KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi menggunakan sistem propulsi kombinasi mesin diesel, tenaga listrik dan turbin gas.
Fincantieri mencatat kecepatan kapal bisa mencapai lebih dari 31 knot, sementara data Kementerian Pertahanan RI menyebut sekitar 32 knot.
Kapasitas awaknya mencapai sekitar 171 personel.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...