Iran Ultimatum Prancis soal Kapal Perang di Hormuz, Macron Beri Klarifikasi

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran melayangkan peringatan keras kepada Inggris dan Prancis. Peringatan Iran itu terkait rencana pengerahan kapal perang ke jalur Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan setiap kehadiran kapal perang asing di kawasan itu akan mendapat respons cepat dari militer Iran.

Peringatan itu disampaikan Gharibabadi pada Minggu, 10 Mei, melalui unggahan di platform X. Ia menanggapi laporan mengenai kemungkinan pengerahan kapal induk Prancis Charles de Gaulle dan kapal perusak Inggris ke kawasan Selat Hormuz.

Menurut Gharibabadi, kehadiran armada militer dari luar kawasan dengan alasan menjaga keamanan pelayaran justru dinilai memperburuk situasi.

Pengerahan dan penempatan kapal-kapal ekstra-regional di sekitar Selat Hormuz dengan dalih melindungi pelayaran tidak lain adalah peningkatan krisis. Selain itu, dianggap sebagai upaya militerisasi jalur air vital, dan untuk menutupi akar sebenarnya dari ketidakamanan di wilayah tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Selat Hormuz bukan wilayah yang bisa diatur kekuatan asing secara sepihak. “Selat Hormuz bukanlah milik bersama kekuatan ekstra-regional,” kata Gharibabadi dikutip dari Iran Wire, Selasa, (12/5/2026).

Dia menekankan pengaturan hukum di kawasan itu merupakan hak Iran sebagai negara pantai.

Iran bahkan memperingatkan bahwa keberadaan kapal perang Inggris dan Prancis yang dianggap mendukung langkah Amerika Serikat (AS) di Hormuz bisa memicu respons militer.

“Yang berpotensi menyertai tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional oleh AS di Selat Hormuz akan menghadapi respons tegas dan segera dari angkatan bersenjata Republik Islam Iran,” ujarnya.

Pernyataan Iran muncul setelah Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan pengerahan kapal perusak HMS Dragon ke Timur Tengah.

London menyebut langkah itu sebagai bagian dari “perencanaan yang bijaksana” untuk mendukung koalisi keamanan maritim bersama Prancis di Selat Hormuz.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pengerahan tersebut bertujuan memastikan Inggris siap berpartisipasi dalam upaya pengamanan jalur pelayaran internasional.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, kemudian memberikan klarifikasi terkait posisi Paris.

Berbicara dari Nairobi, Kenya, Macron menegaskan bahwa Prancis tidak berniat mengirim armada tempur ke Selat Hormuz. Ia menyebut langkah yang dipersiapkan hanya sebatas misi keamanan dan akan dilakukan melalui koordinasi dengan Iran.

Kata dia, tujuan Prancis adalah misi keamanan yang akan dilakukan dalam koordinasi dengan Iran.

Macron juga menegaskan bahwa Prancis menolak segala bentuk blokade di Selat Hormuz. Hal itu termasuk kebijakan pungutan atau biaya tambahan terhadap kapal yang melintas di jalur tersebut.

Ia menilai kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus tetap dijaga karena kawasan itu merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. “Tidak pernah ada pembicaraan tentang pengerahan pasukan, tetapi kami siap,” kata Macron.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Dani Yoga
Tim Penulis & Editor
Dani Yoga
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU