Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Bagi jemaah Indonesia yang sudah berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka tetap terhubung dengan PPIU dan perwakilan Indonesia.
“Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat,” kata Puji.
Di tengah situasi yang berkembang, masyarakat juga diminta tidak langsung mempercayai informasi mengenai kondisi Arab Saudi yang beredar di media sosial.
Kemenhaj meminta jemaah melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi terkait penerbangan maupun perjalanan umrah.
Informasi resmi dapat diperoleh melalui PPIU, maskapai penerbangan, kanal pemerintah, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi.
Kemenhaj juga menyediakan layanan pengaduan melalui nomor 0811-888-5888.
Masyarakat dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait penyelenggaraan haji dan umrah melalui saluran tersebut.
Sebelumnya, situasi keamanan di Arab Saudi menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai potensi serangan di wilayah Makkah.
Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), pertahanan udara Saudi disebut berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di wilayah selatan Makkah pada Selasa (15/9) malam.
Juru bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayjen Turki Al-Maliki, mengatakan drone tersebut dicegat sekitar pukul 18.50 waktu setempat sebelum memasuki wilayah udara terlarang di sekitar kota suci.
SPA melaporkan klaim pihak Saudi bahwa insiden tersebut merupakan upaya kedua untuk menargetkan Makkah setelah insiden rudal balistik pada 2017.
Namun, klaim tersebut mendapat bantahan dari sumber militer Yaman.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...