“Agenda ini pada dasarnya bertujuan membawa negara-negara berkembang lebih dekat ke posisi yang memang menjadi hak mereka, menghadirkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat, serta memberikan peran yang lebih besar kepada negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan dunia,” kata Prabowo.
Karena itu, Indonesia menilai suara negara-negara berkembang perlu dibawa lebih jauh, termasuk ketika dunia mulai membahas agenda pembangunan setelah 2030.
Bukan hanya soal mempercepat target yang sudah ada, tetapi juga menentukan apa yang akan menjadi prioritas berikutnya.
“Karena itu, sangatlah masuk akal jika suara Global South harus didengar, bukan hanya dalam mempercepat pelaksanaan Agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah pembangunan setelahnya,” ujarnya.
Pesan Prabowo di KTT BRICS 2026 tersebut memperlihatkan dorongan Indonesia agar kelompok negara berkembang tidak hanya menjadi pihak yang mengikuti keputusan dalam sistem global, tetapi ikut duduk dalam proses menentukan arah masa depan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...