Abu Anak Krakatau Mereda, Sejumlah Bandara Kembali Dibuka Mulai 00.00 WIB

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah bandar udara (bandara) yang sebelumnya ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali dibuka untuk operasional penerbangan. Pembukaan kembali dilakukan mulai Selasa (8/9) pukul 00.00 WIB, setelah kondisi operasional bandara dinyatakan memungkinkan untuk kembali melayani penerbangan.

Informasi tersebut disampaikan Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta melalui akun Instagram resminya @otbansatu. Tiga bandara yang kembali dibuka yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.

Otoritas bandara menyebut kegiatan penerbangan dapat kembali dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi operasional dan ketentuan yang berlaku. Pengguna jasa juga diminta memastikan kembali status penerbangan sebelum menuju bandara.

“Bagi para pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan, kami mengimbau untuk memeriksa kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandar udara (bandara),” tulis Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta, dikutip Holopis.com, Selasa (8/9).

Sebelumnya, sejumlah bandara di wilayah terdampak melakukan penghentian sementara operasional penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan karena abu vulkanik dapat mengganggu operasional penerbangan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara yang terdampak dan menghentikan operasional penerbangan sejak Senin (7/9) pukul 06.00 WIB. Penghentian tersebut semp diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB dan kembali diperpanjang sampai pukul 23.59 WIB.

“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 23.59 WIB,” tulis Bandara Soekarno-Hatta melalui akun Instagram resminya @soekarnohattaairport.

Selama penghentian operasional, pemeriksaan kondisi bandara dilakukan untuk memastikan keamanan penerbangan. Hasil pengujian paper test di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan hasil negatif dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu perkembangan yang mendukung pembukaan kembali operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan fasilitas dan area yang berkaitan dengan kegiatan penerbangan berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk digunakan kembali.

Sebelumnya, terdapat delapan bandara yang ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kedelapan bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara di Bandung, Budiarto di Curug, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, dan Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Bandar Udara Atung Bungsu menjadi bandara pertama yang kembali beroperasi setelah terdampak sebaran abu vulkanik GAK. Bandara tersebut kembali beroperasi normal pada Senin (7/9) mulai pukul 08.12 WIB setelah hasil pemeriksaan paper test menunjukkan wilayah udara di sekitar bandara bersih dari paparan abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pembukaan kembali Bandara Atung Bungsu ditetapkan berdasarkan NOTAM C1107/26 dan NOTAMC C1105/26. Status tersebut ditetapkan setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan terhadap kondisi wilayah udara di sekitar bandara.

“Satu bandara sudah bisa dibuka yaitu Atung Bungsu di Pagar Alam. Hasil paper test menyatakan bandara tersebut negatif dari paparan partikel debu atau abu vulkanik,” kata Dudy.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU