HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. TNI mengerahkan 80.026 personel untuk membantu penanganan kebakaran sekaligus dampaknya di berbagai daerah.
Selain mengerahkan puluhan ribu personel, TNI menyiapkan dukungan berupa sumber air untuk mempercepat proses pemadaman. Hingga kini, 316 titik sumber air dari sumur bor telah dibuat dan dimanfaatkan dalam operasi penanganan karhutla.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal Muhammad Nas mengatakan personel tersebut sudah disiagakan dan dikerahkan untuk menangani karhutla yang tersebar di berbagai wilayah.
“TNI sudah menyiagakan dan mengerahkan sejumlah 80.026 personel untuk menanggulangi maupun mengatasi dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Nas dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9).
1.488 Personel Jadi Penyuluh
Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan dengan pengerahan personel untuk pemadaman.
TNI juga menempatkan 1.488 personel sebagai penyuluh di lapangan. Mereka berasal dari berbagai unsur pendidikan dan satuan TNI, termasuk perguruan tinggi serta peserta didik Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.
Personel tersebut juga berasal dari Sesko Angkatan Darat, Sesko Angkatan Laut, dan Sesko Angkatan Udara.
Para penyuluh akan berada di lapangan selama satu bulan. Mereka bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan warga.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik secara sengaja maupun karena kelalaian.
316 Sumur Bor Jadi Sumber Air
Selain personel, dukungan sarana dan prasarana juga disiapkan untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Salah satunya berupa penyediaan sumber air melalui pembangunan sumur bor.
Nas mengatakan sebanyak 316 titik sumber air dari sumur bor telah dibuat dan dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman.
Sumur bor menjadi penting karena sumber air alami di sejumlah lokasi berada cukup jauh dari titik panas maupun titik api. Kondisi tersebut bisa menyulitkan proses pemadaman apabila tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi.
“Sudah ditemukan atau sudah mendapatkan 316 titik sumber air yang didapatkan dari sumur bor yang tersebar mulai dari wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Lampung, maupun Riau sehingga ini sangat mendukung operasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan,” kata dia.
Tersebar di Sejumlah Wilayah
Ratusan titik sumber air tersebut tersebar di beberapa daerah, antara lain Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, dan Riau.
Keberadaan sumur bor di lokasi yang membutuhkan diharapkan dapat mempersingkat akses terhadap sumber air saat proses pemadaman berlangsung.




