Penurunan itu diperkirakan sejalan dengan pemulihan lapangan kerja dan peningkatan efektivitas program perlindungan sosial.
Bank Dunia mencatat GNI per kapita Indonesia pada 2023 sebesar US$4.810.
Angka itu masih berada di batas bawah kelompok negara berpendapatan menengah atas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan tingginya proporsi penduduk Indonesia ketika diukur menggunakan standar pengeluaran internasional US$8,30 PPP.
Dengan demikian, menyebut Indonesia sebagai salah satu negara termiskin di ASEAN hanya berdasarkan angka 64,2 persen berpotensi menimbulkan persepsi keliru.
Angka tersebut menunjukkan besarnya kelompok masyarakat yang masih rentan secara ekonomi ketika menggunakan standar global Bank Dunia.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...