“Jadi jangan bermain-main dengan nyawa seseorang. Apalagi nyawa anak-anak,” lanjut Fatimah.
Selain penghentian MBG, Fatimah menyebut penanganan bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai tuntutan lain yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti pemerintah.
Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat dalam menangani bencana sekaligus melakukan evaluasi terhadap penanganan bencana sebelumnya.
“Dua, sebenarnya yang menurut kita seharusnya bisa paling cepat adalah tentang bencana di Flores itu menjadi salah satu tuntutan kita juga,” kata Fatimah.
Ia menilai pemerintah dapat belajar dari pengalaman penanganan bencana di Aceh.
Evaluasi tersebut dianggap penting agar kesalahan atau kendala dalam penanganan bencana sebelumnya tidak kembali terjadi.
Dalam aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan, BEM UI membawa delapan tuntutan.
Berikut tuntutan yang disuarakan mahasiswa:
1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
3. Wujudkan reforma agraria sejati.
4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.
Dari delapan tuntutan tersebut, Fatimah secara khusus menempatkan MBG sebagai persoalan yang menurutnya paling mendesak.
Alasannya sederhana tetapi serius, program tersebut menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak dan berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...