HOLOPIS.COM, LOMBOK TENGAH – Siswa yang diduga keracunan usai menyantap MBG malah disorot karena belum sarapan. Pernyataan ini bikin netizen geram dan ramai mempertanyakannya.
Kasus dugaan keracunan setelah siswa mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.
Pernyataan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyinggung siswa belum sarapan dari rumah justru memantik reaksi publik.
Pemilik Yayasan Budi Sain Mangkling, Khaeruddin, sebelumnya memberikan klarifikasi terkait dugaan keracunan yang dikaitkan dengan makanan MBG dari dapur SPPG yang dikelolanya.
Khaeruddin membantah anggapan bahwa seluruh proses pengolahan makanan di dapurnya tidak memenuhi standar.
Menurut dia, makanan telah disiapkan sejak dini hari dengan mengikuti prosedur operasional standar (SOP), mulai dari pengolahan hingga pengemasan.
Menu yang dibagikan kepada siswa dalam kasus tersebut berupa kebab.
Khaeruddin mengatakan makanan itu memiliki batas waktu aman untuk dikonsumsi.
Menurutnya, kebab seharusnya sudah dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WITA.
Pengelola juga mengaku telah memberikan label peringatan pada setiap wadah makanan.
“Batas waktu aman konsumsi itu sebelum pukul 09.00 WITA. Kami juga sudah memberikan label peringatan pada setiap wadah makanan,” kata Khaeruddin dalam keterangannya.
Khaeruddin menduga persoalan justru bisa terjadi pada proses distribusi dan pembagian makanan di sekolah.
Ia menilai jeda waktu antara makanan selesai diproduksi hingga dikonsumsi siswa perlu menjadi perhatian dalam mengevaluasi kejadian tersebut.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...