Pilihan yang bisa dikembangkan antara lain bank sampah, mesin pembakar sampah ramah lingkungan, maupun teknologi lain yang mampu mengatasi persoalan sampah secara terpadu.
Namun, penyediaan fasilitas saja dinilai belum cukup.
Program tersebut juga membutuhkan pendampingan agar masyarakat sekitar mengetahui cara menggunakan dan mengelolanya. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga warga dan wisatawan.
“Jangan sampai program sudah ada, tapi warga tidak tahu cara memanfaatkan program tersebut,” katanya.
Pemprov NTB Siap Benahi Sampah Gili Tramena
Gubernur NTB Lalu M Iqbal menyatakan pemerintah provinsi siap ikut mendorong pembenahan persoalan sampah di kawasan Gili Tramena.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Meski begitu, Pemprov NTB akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah terkait agar persoalan tersebut bisa ditangani bersama.
“Untuk masalah sampah ini menjadi kewenangan kabupaten/kota, namun kami akan melakukan komunikasi lebih intensif untuk penanganan sampah di Gili Tramena untuk menciptakan kawasan wisata yang bersih, aman, dan nyaman,” katanya.
Pembenahan pengelolaan sampah diharapkan bisa menjaga daya tarik Gili Tramena sebagai salah satu destinasi wisata unggulan NTB, sekaligus memastikan aktivitas pariwisata tidak mengorbankan kondisi lingkungan di kawasan konservasi tersebut.



