JAKARTA, HOLOPIS.COM – Panglima TNI menyiapkan patroli jelang 17 Agustus. Koalisi sipil menyoroti langkah ini dan menegaskan aksi demo bukan ancaman bagi negara.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan TNI menyiapkan pengamanan dan patroli di sejumlah wilayah menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
Rencana tersebut mendapat sorotan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan.
Koalisi menilai pelibatan TNI dalam pengamanan masyarakat harus memiliki batas yang jelas agar tidak mengaburkan fungsi pertahanan TNI dan tugas keamanan dalam negeri yang menjadi ranah Polri.
Sorotan muncul setelah Agus menyebut dirinya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di seluruh Indonesia menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Koalisi menilai pernyataan tersebut bukan sekadar persoalan pemilihan kata.
Mereka khawatir pernyataan itu memperluas persepsi mengenai kewenangan TNI dalam menjaga keamanan masyarakat di ruang sipil.
“Pernyataan tersebut tidak dapat dianggap sekadar kekeliruan memilih kata. Klaim sebagai penanggung jawab keamanan masyarakat menunjukkan bahwa batas antara fungsi pertahanan dan keamanan dalam negeri semakin dikaburkan,” demikian pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil, Selasa (11/8/2026).
Sebelumnya, Panglima TNI mengatakan jajaran TNI telah dan akan terus melakukan patroli di berbagai wilayah.
Patroli tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang momentum 17 Agustus.
Pengamanan juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama kepolisian dan melibatkan unsur masyarakat.
“Jadi tiap wilayah kita siapkan pengamanan, tentunya secara SOP kita membantu kepolisian,” kata Agus.
Agus menegaskan TNI tidak bekerja sendiri dalam pelaksanaan pengamanan. Koordinasi dengan Polri dilakukan sesuai prosedur operasional yang berlaku.



