Swasembada Gula RI Disebut Mustahil Tercapai, Pengamat Bongkar Masalah Besar yang Tak Pernah Beres

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Target swasembada gula RI kembali menuai sorotan. Pengamat menyebut masalah industri gula bukan sekadar lahan, tapi persoalan struktural puluhan tahun.

Impian Indonesia mencapai swasembada gula dinilai masih jauh dari kata mudah.

Pemerintah tidak cukup hanya menambah luas lahan tebu atau mengejar peningkatan produksi, karena persoalan industri gula nasional disebut sudah mengakar dan berlangsung selama puluhan tahun.

Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran, Jannus TH Siahaan, mengatakan masalah gula di Indonesia bukan hanya soal kurangnya tanaman tebu.

Menurut dia, persoalan terbesar justru berada di seluruh rantai industri, mulai dari kebun, petani, hingga pabrik pengolahan gula.

“Masalahnya jangan hanya dilihat dari sisi perluasan lahan atau produksi tebu saja. Ini persoalan struktural dari hulu sampai hilir yang sudah terjadi puluhan tahun,” ujar Jannus.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama sulitnya Indonesia mencapai swasembada gula adalah produktivitas tebu yang masih rendah.

Hasil panen tebu nasional masih tertinggal dibandingkan negara-negara penghasil gula utama dunia.

Tidak hanya itu, tingkat rendemen atau jumlah gula yang dihasilkan dari tebu juga belum banyak berubah.

Kondisi ini terjadi karena banyak faktor, mulai dari penggunaan varietas tebu yang belum maksimal, cara budidaya yang masih kurang efisien, hingga kondisi pabrik gula yang sudah berusia tua.

Menurut Jannus, banyak pabrik gula di Indonesia sudah beroperasi sejak puluhan bahkan lebih dari 100 tahun lalu.

Akibatnya, kemampuan mesin dan teknologi pengolahan gula tidak lagi mampu menghasilkan efisiensi seperti pabrik modern.

“Pondasi utamanya adalah produktivitas yang masih rendah, baik di tingkat kebun maupun pabrik,” katanya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Ronalds Petrus Gerson
Gesha Yuliani Nattasya, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU