Modal Murah KUR Masih Tersedia, UMKM Diajak Segera Ajukan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2026 terus menunjukkan perkembangan. Hingga 22 Juli 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp169 triliun atau lebih dari separuh target yang ditetapkan tahun ini.

Dana tersebut telah disalurkan kepada 2,65 juta debitur UMKM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan plafon penyaluran KUR sebesar Rp290 triliun. Dari total debitur yang telah menerima pembiayaan, sekitar 1,1 juta di antaranya merupakan penerima baru yang untuk pertama kalinya mendapatkan akses pembiayaan formal.

Selain itu, sebanyak 511 ribu pelaku UMKM tercatat berhasil meningkatkan skala usahanya atau naik kelas melalui dukungan pembiayaan KUR.

Bunga Hanya 6 Persen

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM sekaligus Juru Bicara Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan KUR menjadi salah satu program pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui akses permodalan dengan bunga yang lebih ringan.

“KUR adalah salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat dengan memberikan dukungan modal kepada usaha produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan. Melalui subsidi APBN, bunga KUR hanya sebesar 6 persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit komersial yang berkisar antara 10 hingga 14 persen atau bahkan lebih,” kata Riza di Jakarta, Senin (3/8).

- Advertisement -

Menurut Riza, kualitas pembiayaan KUR hingga saat ini masih terjaga. Tingkat kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di kisaran 2 persen, sehingga program dinilai tetap berjalan secara sehat.

Mayoritas Disalurkan ke Sektor Produktif

Pemerintah juga terus mengarahkan penyaluran KUR ke sektor-sektor yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih dari 65 persen pembiayaan KUR disalurkan ke sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga industri pengolahan.

Penyaluran ke sektor produktif tersebut diharapkan mampu memperkuat sentra ekonomi di berbagai daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“KUR bukan sekadar program kredit, melainkan tangga bagi masyarakat untuk naik kelas, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Riza.

Sisa Kuota KUR Masih Terbuka

Kementerian UMKM mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memanfaatkan sisa plafon KUR yang masih tersedia pada tahun ini untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produktivitas.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar melaporkan apabila menemukan praktik yang tidak sesuai ketentuan dalam proses pengajuan KUR.

Untuk pinjaman KUR hingga Rp100 juta, masyarakat tidak seharusnya diminta memberikan agunan tambahan. Selain itu, pelaku UMKM juga diimbau melapor apabila menemukan pungutan yang tidak semestinya selama proses pengajuan kredit.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan SP4N-LAPOR! atau melalui alamat email [email protected] sebagai bagian dari upaya menjaga penyaluran KUR tetap transparan dan tepat sasaran.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU