HOLOPIS.COM, JAKARTA – PT Astra International Tbk (Astra) menjaga pertumbuhan dua bisnis utamanya sepanjang semester I 2026. Laba bersih bisnis Otomotif meningkat 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, sedangkan laba bisnis Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun.
Kinerja positif kedua sektor tersebut menjadi penopang PT Astra International Tbk di tengah tekanan pada bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk Rudy mengatakan pertumbuhan bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan menunjukkan daya tahan Grup Astra menghadapi kondisi bisnis yang dinamis.
“Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan,” ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).
Secara konsolidasian, PT Astra International Tbk membukukan pendapatan bersih Rp157,9 triliun pada semester I 2026. Perolehan itu turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp162,9 triliun.
Laba bersih tanpa memperhitungkan non-recurring items mencapai Rp14,9 triliun, turun 7 persen dari Rp16 triliun. Setelah memperhitungkan pos nonberulang sebesar Rp2,4 triliun, laba bersih Grup Astra tercatat Rp12,5 triliun.
Pos nonberulang tersebut terutama terdiri atas penyesuaian nilai wajar investasi ekuitas dan penurunan nilai atau impairment.
Laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 tersebut belum diaudit dan telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Otomotif Astra Menguat
Pertumbuhan bisnis Otomotif PT Astra International Tbk ditopang kenaikan penjualan mobil baru dan kontribusi yang kuat dari divisi Komponen.
Penjualan mobil nasional sepanjang semester I 2026 tumbuh 16 persen menjadi 437.000 unit. Sementara itu, penjualan mobil Grup Astra meningkat 10 persen.
Grup Astra mempertahankan pangsa pasar mobil sebesar 51 persen. Toyota dan Daihatsu juga tetap berada di posisi pertama dan kedua sebagai merek mobil terlaris di Indonesia.
Di pasar kendaraan roda dua, penjualan sepeda motor nasional tumbuh 1 persen menjadi 3,1 juta unit. Penjualan sepeda motor Honda juga meningkat 1 persen dengan pangsa pasar mencapai 77 persen.


