“Nggak pernah berpikir untuk ngobrol. Tapi saya doakan supaya suatu hari nanti sadar, bisa berpendapat tidak seperti yang Om selama ini yakini. Ditelaah lagi, dicari tahu lagi kebenarannya,” kata Jessica.
Ia bahkan mengajak Edi Darmawan menghabiskan waktu bersamanya agar dapat melihat langsung seperti apa dirinya.
“Main sama saya seminggu saja. Lihatlah saya bagaimana. Saya mau Om berpikir, jangan cuma percaya dengan apa yang dikatakan orang. Kenalilah saya juga,” ujarnya.
Jessica berharap suatu saat persepsi ayah Mirna terhadap dirinya dapat berubah.
Ia juga berharap tidak ada lagi rasa dendam yang tersisa.
“Semoga ke depannya Om nggak menaruh dendam sama saya. Om bisa berubah persepsinya terhadap saya,” tuturnya.
Jessica menduga keyakinan Edi Darmawan terhadap dirinya terbentuk karena informasi yang diterimanya dari berbagai pihak selama proses hukum berlangsung.
“Mungkin karena dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin dia juga diberitahu, diyakinkan oleh orang-orang di sekitarnya,” ucapnya.
Di akhir wawancara, Jessica menegaskan dirinya tidak menyimpan kebencian kepada ayah Mirna.
Sebaliknya, ia mengaku memaafkan Edi Darmawan karena memahami duka mendalam yang dialami seorang ayah yang kehilangan putrinya.
“Saya memaafkan karena saya juga merasakan kesedihan dia kehilangan anak,” katanya.
Kasus kematian Wayan Mirna Salihin pada 2016 menjadi salah satu perkara pidana yang paling menyita perhatian publik di Indonesia.
Jessica Kumala Wongso kemudian divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan.


